Breaking News:

Berita Gresik

5 Tahun Pengajuan Sertifikat Tanahnya Tak Kelar-kelar, Warga Manyar Gresik Surati Para Pejabat

5 tahun pengajuan sertifikat tanahnya yang berada di proyek nasional KEK JIIPE belum selesai. Warga Manyar ini surati para pejabat.

Penulis: Sugiyono | Editor: Hefty Suud
Istimewa/TribunJatim.com
TAMBAK - Totok Santoso kuasa pengurusan sertifikat tanah Zainul Arifin, menunjuk lokasi tambak di KEK JIIPE yang belum dibebaskan, Rabu (4/8/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK –  Zainul Arifin warga Manyar, mengirimkan surat tembusan ke beberapa- pejabat.

Hal itu dilakukannya karena kawatir tanahnya di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (KEK JIIPE), Kecamatan Manyar, dijual orang lain, Kamis (4/8/2021).

Sebab, saat ini muncul dua peta bidang tanah di tambak miliknya.

Zainul Arifin melalui kuasanya, yaitu Totok Santoso, mengatakan, surat permohonan audiensi kepada Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Gresik ini ditembuskan kepada para pejabat ditingkat Pusat dan Provinsi Jawa Timur.

Diharapkan, ada kejalasan kepemilikan lahan milik Zainul Arifin secara jelas.

Baca juga: 5 Tahun Urus Sertifikat Tanah di BPN Gresik Belum Selesai, Muncul Peta Bidang Atas Nama Orang Lain

Saat ini, lahan tambak yang dimiliki berada di proyek nasional KEK JIIPE.

Sehingga, diharapkan para pejabat yang berwenang mendengarkan keluhannya. Dan melancarkan pengajuan sertifikat tanah di Kantor ATR/BPN Kabupaten Gresik yang telah diajukan sejak Mei 2016.

“Kami berharap, Pak Zainul Arifin ini segera melanjutkan pengajuan sertifikat tanah di ATR/BPN Kabupaten Gresik. Sebab, selama hampir lima tahun belum selesai. Tapi, anehnya sudah muncul dua peta bidang di lahan yang sama atas nama orang lain,” kata Totok Santoso.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved