Berita Kota Malang

Jelang Pertemuan dengan Menteri Luhut, Ini yang Dipersiapkan Wali Kota Malang Sutiaji

Jelang pertemuan dengan Menteri Luhut yang membahas penanganan Covid-19, ini yang sedang dipersiapkan Wali Kota Malang Sutiaji.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Rifky Edgar
Wali Kota Malang, Sutiaji. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan rencananya akan bertolak ke Malang Raya pada Jumat (13/8/2021) besok.

Kedatangan Menteri Luhut itu guna menindaklanjuti perkembangan kasus Covid-19 (virus Corona) di Malang Raya yang dikatakannya tak kunjung menurun meski telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji kini sedang melakukan berbagai macam persiapan yang akan disampaikan saat bertemu Luhut.

Di antaranya ialah berkaitan dengan data penambahan kasus Covid-19, kematian, kesembuhan, keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 hingga tempat isolasi terpadu (isoter).

"Persiapan ketemu nanti biasa aja. Kita akan ngomong apa adanya sesuai dengan data. Salah satunya tingkat kesembuhan kita 1.478 masih belum masuk di pusat. Termasuk menyiapkan isoter dan lain-lain," ucapnya.

Berkaitan dengan isoter ini, Sutiaji akan menjelaskan, Kota Malang saat ini sudah memiliki isoter.

Isoter tersebut ditempatkan di Rusunawa, tempat pembelajaran di Blimbing (SKB) dan di VEDC Arjosari.

Tidak menutup kemungkinan juga Sutiaji akan menambah tempat tidur di sejumlah rumah sakit Covid-19 di Kota Malang, setelah mendapatkan arahan dari pusat.

Baca juga: Disinggung Menteri Luhut, Wali Kota Malang Sutiaji Beralasan Ada Keterlambatan Data Covid-19

Meski untuk menambah tempat tidur tersebut diakuinya tidaklah mudah. Karena ada sejumlah kendala.

"Penambahan tempat tidur tidak semudah apa yang diminta oleh pusat. Tarik ulur kita dengan penambahan tempat tidur itu kaitannya dengan nilai tekan provinsi atau daerah, kepada rumah sakit. Ketika kami koordinasi dengan persatuan rumah sakit Indonesia itu, mengatakan bahwa tidak semudah itu," ucapnya.

Sejumlah kendala dalam penambahan tempat tidur di antaranya ialah berkaitan dengan pendanaan dan kurangnya tenaga kesehatan.

Sutiaji pun rencananya akan memaksimalkan tenaga mahasiswa yang berada di fakultas kesehatan.

Dia pun sudah melakukan komunikasi intensif dengan rektor perguruan tinggi yang ada di Kota Malang. Di antaranya ialah Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang.

"Rektor-rektor kemarin sudah saya hubungi. Mereka akan menerjunkan mahasiswa mereka yang sudah co.as. Sedangkan untuk tempat tidur itu terkendala pendanaan, kemudian siapa yang mengeksekusi pembiayaan ketika nanti pasca layanan. Jadi terlayani BPJS itu atau tidak. Kemarin yang dimasalahkan itu," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved