Breaking News:

Berita Banyuwangi

Kurangi Risiko Keparahan, Satgas Banyuwangi Galang Penjemputan Pasien Isoman ke Isolasi Terpusat

Untuk mengurangi risiko keparahan, Satgas Covid-19 Banyuwangi galang penjemputan pasien yang jalani isolasi mandiri ke isolasi terpusat.

Penulis: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat memimpin apel gelar pasukan dalam rangka percepatan pemindahan pasien isoman ke isoter di Lapangan Taman Blambangan, Rabu (18/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Untuk menurunkan risiko keparahan infeksi Covid-19 (virus Corona), Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi akan bergerak serentak memindahkan warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman) menuju fasilitas isolasi terpusat (isoter).

Satgas menargetkan tiap hari tiap kecamatan minimal 20 persen warga isoman pindah ke isoter.

“Saya minta satgas kecamatan untuk secara persuasif mangajak warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, agar dipindahkan ke isoter. Lakukan pendekatan yang baik, beri penjelasan bahwa ini untuk menghindari risiko yang lebih berat, seperti keterlambatan penanganan medis,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat memimpin apel gelar pasukan dalam rangka percepatan pemindahan pasien isoman ke isoter di Lapangan Taman Blambangan, Rabu (18/8/2021).

Hadir dalam apel, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, Kapolresta Kabupaten Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu, anggota DPRD Banyuwangi, Sekretaris Daerah Banyuwangi Mujiono, serta perwakilan dari Lanal, Pengadilan Negeri, dan Kejaksaan Negeri Banyuwangi.

Saat ini di Banyuwangi terdapat 23 fasilitas isolasi terpusat yang tersebar di berbagai kecamatan. 

“Selain menekan potensi penularan, isolasi terpusat juga memudahkan tenaga medis dalam melakukan penanganan pasien untuk mempercepat pemulihan sekaligus bisa mengurangi risiko keparahan pasien,” kata Ipuk.

Selain yang ada di kecamatan-kecamatan, Banyuwangi juga memiliki tempat isolasi terpusat tingkat kabupaten, yaitu di Balai Diklat ASN yang berkapasitas 130 pasien, dan bisa dikembangkan hingga 150 pasien.

”Bagi mereka yang komorbid atau kondisi tempat isomannya tidak memungkinkan untuk dilakukan disiplin prokes yang ketat di antara penghuninya, maka ajak mereka ke isoter. Isolasi terpusat ini kita harapkan mengurangi potensi penularan, sehingga otomatis menekan jumlah kasus aktif,” ujarnya.

“Nomor kontak dan alamat tempat isolasi di seluruh kecamatan juga telah kami sebar, seperti di media sosial. Silakan dimanfaatkan,” imbuhnya.

Baca juga: BOR di RS Banyuwangi Turun Jadi 39 Persen, Bupati Ipuk: Pemulihan Kesehatan Pintu Gerakkan Ekonomi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved