Berita Surabaya
Bantu Vaksinasi di Gresik-Sidoarjo, Eri Cahyadi akan Kirim Petugas Nakes dari Surabaya
Pemkot siap mendukung percepatan herd immunity di Surabaya Raya Di antaranya, dengan mendukung percepatan vaksinasi di kawasan Gresik dan Sidoarjo
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot siap mendukung percepatan herd immunity di Surabaya Raya. Di antaranya, dengan mendukung percepatan vaksinasi di kawasan Gresik dan Sidoarjo.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kotanya tak bisa bergerak sendiri untuk menurunkan angka Covid-19. Surabaya juga terpengaruh wilayah aglomerasi: Sidoarjo dan Gresik.
Hal ini juga menentukan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebuah daerah. Misalnya, Surabaya yang saat ini masih berstatus level 4 sekali pun jumlah kasus Covid-19 telah menurun.
"Sebenarnya begini, (penentuan) level kan bergantung aglomerasi juga. Karena itu, saya sampaikan Surabaya tidak bisa berdiri sendiri. Sekali lagi, aglomerasi berpengaruh," kata Eri Cahyadi, Jumat (20/8/2021).
Spesifiknya, warga di kota sebesar Surabaya biasanya tidak hanya beraktivitas di satu kota saja. Banyak warga yang biasanya datang dari luar kota.
Baca juga: Percepat Distribusi Dosis Kedua, Pemkot Surabaya Tambah Mobil Keliling untuk Vaksinasi
Ada warga yang tinggal di Sidoarjo atau Gresik namun bekerja di Surabaya. "Kita tahu, Surabaya juga tempat kabeh wong (semua orang). Dari tempat aglomerasi yang ada di Surabaya Raya, bisa ke Surabaya," katanya.
Oleh karenanya, bicara soal herd immunity di Surabaya maka bicara wilayah aglomerasi. Untuk menuju herd immunity, pihaknya pun siap menerjunkan petugas vaksinasi di daerah sekitar.
Surabaya akan mengirim ‘Respons Cepat Mobil Vaksin Keliling’. Termasuk, dengan para tenaga kesehatan. "Misalnya di Sidoarjo ada vaksin, mobil kita bisa terjun ke sana. Kita melakukan vaksinasi di sana," jelasnya.
Surabaya saat ini memiliki 22 mobil vaksin dan masih akan ditambah 10 unit lagi. Tiap unitnya mampu melayani penyuntikan 500 dosis.
Gotong royong lintas daerah diyakini akan cepat menurunkan angka Covid-19. "Sehingga dengan kerendahan hati seluruh Kepala Daerah, kita tidak bicara siapa yang lebih hebat," katanya.
"Tapi ini kebersamaan, bahu membahu, tolong menolong dan gotong-royonglah yang bisa menyelesaikan pandemi Covid-19," papar dia.
Rencanannya, bantuan ini dikirim apabila jumlah penerima vaksin di Surabaya telah menjangkau seluruh warga. Baik untuk dosis pertama maupun kedua.
Saat ini, dosis pertama di Surabaya telah mencapai 75 persen sedangkan untuk dosis kedua di angka 50 persen. "Aglomerasi Surabaya bukan hanya Surabaya saja, tapi Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik). Karena itu kebersamaannya," katanya.
Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono memberikan dukungan. "Saya setuju," kata Adi dikonfirmasi terpisah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/walikota-dan-bupati.jpg)