Breaking News:

Berita Tuban

Nasib Waranggono Tuban di Tengah PPKM yang Diperpanjang, Utang dan Jual Barang demi Bertahan Hidup

Nasib waranggono atau pesinden Tuban di tengah kebijakan PPKM yang terus diperpanjang, utang dan jual barang demi bisa bertahan hidup.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Sudarsono
Waranggono atau pesinden di Tuban yang sudah tidak bekerja hampir dua tahun akibat pandemi Covid-19, berharap ada kelonggaran, Minggu (22/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Nasib pilu dialami oleh pekerja seni di Kabupaten Tuban, di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tidak diketahui kapan akan berakhir.

Para pekerja seni sudah hampir dua tahun tidak bekerja, barang berharga yang ada di rumah turut dijual untuk bisa bertahan hidup.

Seperti yang dialami seniman waranggono atau pesinden.

Mereka tak tahu lagi bagaimana untuk makan di hari esok, pasalnya selama virus Corona atau Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi oleh pemerintah, kerja waranggono bak kucing-kucingan dengan satgas.

Puncaknya ketika mereka letih akibat pentas yang kerap dibubarkan, seniman tradisional itu memutuskan tak bekerja.

"Sudah hampir dua tahun tidak kerja, setiap kerja dibubarkan," kata Sriyatmi (40), pesinden asal Desa Ngampelrejo, Kecamatan Bancar, Tuban, Minggu (22/8/2021).

Ia mengatakan, caranya bertahan hidup selama hampir dua tahun tak kerja, yaitu dengan menjual barang berharga yang dimiliki di rumah. 

Selain itu, utang juga menjadi pilihan di saat sudah tidak ada jalan keluar untuk menyambung hidup.

Dengan kondisi yang dialami, ia berharap ada kelonggaran di tengah PPKM agar waranggono bisa tetap bekerja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved