Berita Surabaya

8 Bus Suroboyo untuk Trayek Baru Diresmikan, Bisa Bayar Pakai Botol dan Uang Non-Tunai

Pemkot Surabaya menambah 8 unit baru Bus Suroboyo. Selain itu, Pemkot juga berinovasi dengan menambah cara pembayaran di moda transportasi umum di Kot

Tayang:
SURYA/BOBBY KOLOWAY
Pemkot Surabaya menambah 8 unit baru Suroboyo Bus yang melayani rute Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)- Jalan Mayjend Yono Soewoyo. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya menambah 8 unit baru Bus Suroboyo. Selain itu, Pemkot juga berinovasi dengan menambah cara pembayaran di moda transportasi umum di Kota Pahlawan ini. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun meresmikan langsung unit Bus ini di Balai Kota, Senin (23/8/2021).

Dengan adanya tambahan ini, total ada 28 unit Bus Suroboyo yang melayani perjalanan di Surabaya saat ini. 

8 unit Bus tambahan ini akan melayani rute baru, yakni, Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)- Jalan Mayjend Yono Soewoyo dengan 31 titik pemberhentian.

"Tambahan ini kami harapkan bisa memperluas pelayanan kepada masyarakat," kata Cak Eri di sela peresmian. 

Bus baru ini dilengkapi fasilitas yang nantinya akan memanjakan penumpang.

Satu di antara yang menarik, adanya Bottle Recycle Machine, fasilitas penyedia tiket otomatis yang belum ada di bus sebelumnya. 

Untuk diketahui, Bus Suroboyo memang menggunakan botol bekas untuk pembayaran tiket.

Sebelumnya, penumpang harus menukarkan botol ke bank sampah atau di atas bus untuk mendapatkan stiker sebagai tiket. 

Nah, dengan adanya alat ini, botol yang dibawa akan langsung diolah di atas bus, baik botol besar maupun sedang. Penumpang juga langsung mendapat tiket. 

"Dulu sampah dimasukkan di dalam karung, namun kini bisa diproses di dalam (bus). Langsung dimasukkan, dipress, sehingga tempat untuk penumpang juga luas," katanya. 

"(Penumpang) tidak lagi melihat sampah, sehingga bisa lebih bersih. Kami sampaikan, pemeliharaannya bukan hanya pemeliharaan mesin, namun juga keindahan, kesehatan, dan harumnya bis yang kita utamakan," katanya. 

Selain dengan botol, di bus ini Cak Eri juga berinovasi menambah sistem pembayaran. Yakni dengan menggunakan uang non tunai lewat Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terintegrasi dengan berbagai aplikasi pembayaran non-tunai. 

Masyarakat bisa membayar dengan uang non-tunai. "Selain botol, penumpang juga bisa menggunakan aplikasi pembayaran atau fintech dengan scan barcode," katanya. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved