Berita Jatim

Zona Merah di Jawa Timur Tersisa 4 Daerah, Gubernur Khofifah Indar Parawansa Ingatkan Jangan Lengah

Disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa: zona merah di Jawa Timur (Jatim) tersisa tinggal empat daerah kabupaten kota.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Hefty Suud
Istimewa/TribunJatim.com
Data website pemerintah pusat Bersatu Lawan Covid-19, di Jawa Timur. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ada perkembangan menggembirakan terkait penanganan kasus virus Corona ( Covid-19 ) di Provinsi Jawa Timur.

Per hari ini, Rabu (25/8/2021), zona merah di Jawa Timur (Jatim) tersisa tinggal empat daerah kabupaten kota.

Hal itu sebagaimana disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Rabu petang.

Ia menyatakan bahwa per hari ini, berdasarkan website pemerintah pusat Bersatu Lawan Covid-19, di Jawa Timur saat ini tersisa 4 daerah zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19.

Selain itu juga terdapat update sebanyak 25 kabupaten kota berstatus zona oranye, dan 9 kabupaten kota berstatus zona kuning.

Baca juga: Capaian Realisasi Investasi Jatim Semester I Tahun 2021 Tembus Rp 34,8 T, Didominasi Sektor Mamin

“Alhamdulillah update zonasi sore ini, zona kuning sudah 9 daerah, lalu yang oranye 25 daerah, dan sisanya zona merah ada 4 daerah. Mohon tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat agar makin banyak zona berisiko rendah dan bahkan kita berharap segera ada zona hijau di Jatim,” kata Khofifah.

Selain empat zona merah yang daerahnya telah tersebut di atas, 9 daerah Jatim yang berstatus zona kuning yaitu Sampang, Sumenep, Kota Pasuruan, Lamongan, Bojonegoro, Bangkalan, Tuban, Pamekasan dan Situbondo.

Sedangkan yang berstatus zona oranye ada 25 daerah yaitu Jombang, Madiun, Trenggalek, Ngawi, Gresik, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Bondowoso, Pasuruan, Probolinggo, Mojokerto, Kota Blitar, Kota Probolinggo, Kediri, Malang, Sidoarjo, Banyuwangi, Kota Kediri, Lumajang, Jember, Magetan, Pacitan, Tulungagung, Kota Malang dan Kota Madiun.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Jawa Timur Makhyan Jibril Al Faraby mengatakan bahwa memang dengan adanya PPKM berlevel yang dilaksanakan secara sinergi oleh banyak pihak mulai masyarakat, TNI Polri, pelaku usaha dan juga pemerintah, membawa dampak signifikan pada penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

“Alhamdulillah penanganan Covid-19 di Jawa Timur ini hasilnya signifikan, dilihat dari status level PPKM kita sebelumnya di level 4 dan sekarang sudah level 3,” kata Jibril.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Mulai Masuk Pondok Pesantren di Ponorogo, Ponpes Darul Huda Mayak Dapat Pertama

Selain itu pekan lalu Jatim masih ada 15 yang statusnya zona merah, saat ini sudah turun tersisa empat. Kemudian untuk zona kuning saat iki juga naik menjadi 9 padahal pekan lalu hanya satu zona kuning.

Namun ia kembali mengingatkan masyarakat Jatim agar tidak lengah.

Ia mengimbau masyarakat tetap taat prokes dan menaati aturan yang ada. Dengan harapan semakin menurun kasus dan penyebaran, maka pelonggaran demo pelonggara secara bertahap bisa dilakukan, namun masyarakat tetap dan makin siaga menghadapi situasi pandemi.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved