Breaking News:

Berita Nganjuk

Dinas PMD Nganjuk Kenalkan Aplikasi SIPADES, Kelola Aset Desa Lebih Efisien dan Optimal

Dinas PMD Nganjuk mengenalkan aplikasi SIPADES untuk mengelola aset desa agar lebih efisien dan optimal.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Nganjuk, Tri Wahju Kuntjoro memberikan pemaparan pengenalan aplikasi SIPADES dalam pengelolaan aset desa, Rabu (25/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk kenalkan sistem aplikasi pengelolaan aset desa (SIPADES).

Hal itu sebagai salah satu upaya pengelolaan aset desa lebih terperinci dan maksimal.

Plt Kepala Dinas PMD Nganjuk, Tri Wahju Kuntjoro mengatakan, pemerintah sekarang ini gencar meningkatkan kinerja dengan penilaian melalui e-Kinerja. Baik itu di tingkat kabupaten maupun tingkat desa.

"Pengelolaan aset desa turut mengikuti penyesuaian tersebut melalui aplipasi SIPADES sehingga aset desa dapat dikelola lebih optimal," kata Tri Wahju Kuntjoro, Rabu (25/8/2021).

Dijelaskan Tri Wahju Kuntjoro, aset desa merupakan barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa.

Aset tersebut dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Di mana pengelolaannya tercantum pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 1 tahun 2016 Pasal 32.

"Untuk itu, Dinas PMD menggelar fasilitasi pengelolaan aset desa dengan memperkenalkan SIPADES tersebut,” ucap Tri Wahju Kuntjoro.

Baca juga: Muskab PMI Kabupaten Nganjuk, Plt Bupati Kang Marhaen Dorong Inovasi Program Kerja

Lebih lanjut dikatakan Tri Wahju Kuntjoro, pihaknya berharap dalam pengelolaan aset desa dapat dilakukan semaksimal mungkin. Mengingat aset desa itu bisa semakin berkembang bila dikelola dengan baik sesuai aturan.

"Aplikasi SIPADES ini akan dikelola oleh para pengelola aset desa. Yaitu sekretaris desa. Makanya sekretaris desa harus serius dalam memahami aplikasi SIPADES tersebut, serta harus memiliki sifat manajerial, mengelola, dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang ada di desa," tandas Tri Wahju Kuntjoro.

Sementara Kasi Aset Dinas PMD Kabupaten Nganjuk, Dewy Anawaty menambahkan, Permendagri nomor 1 tahun 2016 berisi tentang pengelolaan aset desa. Di dalam instruksi itu disebutkan, untuk pengelolaan aset desa dilaksanakan berdasarkan asas fungsional, kepastian hukum, transparansi dan keterbukaan, serta efisiensi, akuntabilitas, dan kepastian nilai.

Di dalam instruksi Permendagri tersebut juga disebutkan kalau kepala desa berwenang dan bertanggung jawab atas pengelolaan aset desa. Sedangkan sekretaris desa selaku pembantu pengelola aset desa bertugas meneliti rencana kebutuhan aset.

"Kemudian juga melakukan koordinasi dalam pelaksanaan inventarisasi aset desanya,” tutur Dewy Anawaty.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved