Berita Jatim
Target Ekspor Porang, Karantina Pertanian Bangkalan Gandeng Pemda Sumenep
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Bangkalan terus melakukan upaya peningkatan ekspor pertanian. Bidik potensi ekspor porang.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Bangkalan terus melakukan upaya peningkatan ekspor pertanian dengan membidik komoditas potensi ekspor berupa porang.
Porang bersama dengan sarang burung walet, saat ini menjadi komoditas ekspor super prioritas pemerintah yang terus ditingkatkan produktivitasnya baik dari hulu sampai hilir.
Adapun, dari data IQFAST, Badan Karantina Pertanian (Barantan) di Karantina Pertanian Bangkalan, komodias andalan ekspor asal pulau Madura masih hanya berupa arang briket kelapa.
“Bersama dengan pemerintah daerah Kabupaten Sumenep, kita dorong porang menjadi komoditas andalan ekspor baru.
Baca juga: Porang Jadi Komoditas Unggulan Pertanian Nasional, Bupati Madiun Intervensi Petani Agar Mandiri
Hal ini sejalan dengan tugas strategis yang diberikan Menteri Pertanian, Bapak Syahrul Yasin Limpo untuk mengawal peningkatan ekspor pertanian, “ujar Kepala Karantina Pertanian Bangkalan, Agus Mugiyanto, Senin (30/8/2021).
Agus juga menerangkan, bahwa Kabupaten Sumenep memiliki lahan sekitar 43 hektar yang menghasilkan katak dan umbi porang.
Dengan wilayah sentra di tiga kecamatan, yakni Arjasa, Ambunten, dan Sapeken. Pemerintah Kabupaten Sumenep direncanakan akan mengawal secara khusus budidaya dan pengembangan porang ini agar dapat dijadikan kawasan komoditas ekspor andalan baru.
“Bersama Pemkab Sumenep pengawalan pengelolaan komoditas porang dari hulu hingga hilir akan dilakukan secara menyeluruh hingga dapat bersaing di pasar ekpor,” tambahnya.
Ia juga menerangkan, petaninya pun akan mendapatkan bibit yang bagus, bantuan modal dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan pasca panen yang dibisa dikelola sendiri oleh masyarakat ataupun masuk ke pabrik.
"Jika dapat dikelola dengan baik, potensi porang yang ditanam pada 43 hektar tersebut dapat dihasilkan dalam bentuk chip (irisan tipis yang dikeringkan) maka akan mendapatkan nilai ekonomi sebesar Rp. 13,76 miliar," pungkasnya.
Baca juga: Porang Kini Naik Daun, Owner Kebun Vista Agromedia Surabaya: Tanaman Kuat, Harga Lumayan Stabil
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang mengapresiasi sinergistasi pemerintah daerah dalam upaya peningkatan ekspor pertanian, seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama jajarannya di unit pelaksana teknis Karantina Pertanian Bangkalan.
Bambang menyebutkan, untuk menggali potensi dan peluang ekspor pertanian, pihaknya telah menyiapkan inovasi dan terobosan berupa aplikasi peta potensi komoditas ekspor, IMACE.
Kata Bambang, Aplikasi ini dapat diunduh secara graties dari perangkat telepon selular ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya sentra komoditas pertanian berorientasi ekspor berbasis kearifan lokal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/karantina-pertanian-bangkalan-bidik-porang.jpg)