Berita Tuban

Kisah Kirno Penjahit Difabel asal Tuban, Tak Pernah Minder Saat Lihat Orang Lain

Terlahir dengan kondisi tubuh terbatas, bukanlah merupakan suatu pilihan. Meski dirasakan berat, namun itu semua harus tetap dijalani. Seperti yang

Penulis: M Sudarsono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ M Sudarsono
Kirno (35) penjahit difabel asal Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Terlahir dengan kondisi tubuh terbatas, bukanlah merupakan suatu pilihan.

Meski dirasakan berat, namun itu semua harus tetap dijalani. Seperti yang dialami Kirno (35).

Pria asal Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak itu mengalami keterbatasan pada bagian kaki.

Untuk berjalan saja ia merangkak menggunakan tangannya menopang lantai.

Namun ia tetap semangat menjalani pekerjaannya sebagai penjahit di Konveksi Intan Busana, Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban.

Jarak rumahnya dengan tempat kerja tidak dekat, bisa ditempuh sekitar 20 menit dengan menggunakan sepeda motor roda tiga. 

"Saya tidak pernah minder melihat orang normal," kata Kirno di sela-sela aktivitas menjahit, Jumat (3/8/2021).

Kirno mengungkap, sudah menggeluti dunia menjahit selama 10 tahun.

Baca juga: Sebelum Mundur dari Presiden, Soeharto Ternyata Sudah Siapkan Sosok Pengganti, Sebut Tidak Ambisi

Diceritakannya, sejak lulus SMP luar biasa, ketrampilan menjahitnya terus ditingkatkan hingga mahir.

Sempat merasakan kesulitan, namun setelah ditekuni akhirnya mulai terbiasa menjahit beragam jenis pakaian atau busana.

"Sudah terbiasa sekarang menjahit, dulu sempat merasakan kesulitan," ungkapnya mengingat.

Kini, didampingi istrinya yang juga difabel, Kirno harus tetap semangat dalam menjalani hidup.

Terlebih, saat ini di perut sang istri terdapat jabang bayi calon anaknya yang tak lama lagi bakal lahir.

Ia begitu semangat dalam bekerja, berangkat pukul 08.00 WIB, begitu selesai pukul 16.00 WIB, maka calon bapak itu bergegas pulang.

Aktivitas sang istri yang sebelumnya menjahit itupun disuruh berhenti, agar tidak menganggu pertumbuhan si jabang bayi.

"Senang mau punya anak pertama, saya minta istri tidak kerja, agar kesehatannya terjaga," pungkasnya mengakhiri obrolan.(nok)

Kumpulan berita Tuban terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved