Breaking News:

Berita Surabaya

Surabaya Masuk Level 2, Pakar Epidemologi: Jangan Euforia Dulu

Pakar Epidemologi Unair Surabaya, Dr Windhu Purnomo, dr., M.S, memberikan respon positif, Kota Surabaya mengalami penurunan level Pemberlakuan Pembata

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa/TribunJatim.com
Penutupan Bundaran Waru arah Surabaya saat PPKM Darurat, Rabu (7/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pakar Epidemologi Unair Surabaya, dr Windhu Purnomo,dr., M.S, memberikan respon positif, Kota Surabaya mengalami penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 3 menjadi level 2.

Menurutnya, selain Kota Pahlawan, sejumlah daerah yang menjadi aglomerasi juga memasuki level 2.

Kendati demikian, Windhu juga menyampaikan, masyarakat jangan sampai menggemborkan informasi itu dengan meluapkan euforia yang berlebihan, hingga mengabaikan protokol kesehatan, karena ini masih belum selesai.

"Bagus sudah masuk level 2. Dan itu sejak 2 September. Jadi tidak sampai seminggu menurunkan level 3 ke level 2. Itu luar biasa hebat dan positivity rate mencapai 1,61 persen. Kalau klasifikasi WHO termasuk Low Incident dibawah 2 persen. Indonesia khususnya Surabaya pernah masuk kategori Very High Incident," ujarnya, Senin (6/9/2021).

Yang jelas, lanjut Windhu, pemerintah harus bersungguh sungguh menghimbau masyarakat secara luas, terutama para kepala daerah di Surabaya Raya harus menyampaikan bahwa jangan bersenang senang dulu.

"Wilayah aglomerasi mobilitas juga sangat tinggi. Banyak sekali orang ke Surabaya untuk bekerja. Kita harus pertahankan jangan naik lagi," ucapnya.

"Saya khawatir ketika respon yang berlebihan bisa menimbulkan persepsi masyarakat yang keliru. Akibatnya prokes masyarakat turun hingga beraktivitas di tempat yang menciptakan kerumunan," imbuhnya.

Ia mencontohkan kejadian yang dialami oleh India. Ketika pemerintah setempat mengklaim berhasil menurunkan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid 19, sehingga semua kegiatan seperti festival keagamaan diberi kelonggaran.

Alhasil, mendapatkan kecaman lantaran lonjakan pasien yang drastis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved