Tanggapi Kemunculan Saipul Jamil di TV, Komisioner KPI Pusat: Harus Diberi Perspektif
Tanggapi kemunculan Saipul Jamil di layar kaca, Komisioner KPI Pusat: Harus diberi perspektif. Harus ditunjukkan ke publik.
Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Nuning Rodiyah mengatakan, lembaga penyiaran yang menayangkan artis Saipul Jamil harus memberikan perspektif kepada penonton.
Menurutnya, perspektif tersebut agar memberikan wawasan kepada penonton bahwa glorifikasi yang telah terjadi pasca keluar dari rumah tahanan itu tidak benar.
“Bahwa apa yang terjadi, bahwa Saipul Jamil diglorifikasi sedemikian rupa, itu adalah sesuatu yang tidak benar, dan harus ditunjukkan ke publik, bahwa hal tersebut tidak benar," ujar Nuning Rodiyah, Senin (6/9/2021).
Nuning mengatakan, ketika KPI menilai suatu program siaran, maka akan dilihat seperti apa sudut pandangnya. Apakah itu bagian dari fakta atau tidak.
“Jadi kalau fakta yang kemarin, Saipul Jamil itu keluar lalu ada glorifikasi luar biasa. Bagaimana kalau kemudian Saipul Jamil diberi program siaran khusus oleh penyiaran? Tentu kemudian, yang saya jawab adalah Saipul Jamil ini sudah melewati proses hukum dan menjalaninya. Kalau dibandingkan dengan beberapa artis, seperti Vanessa Angel, Cut Tari, Ariel, dan lainnya lalu tiba-tiba kami memberikan vonis itu tidak boleh,” ujarnya.
Menurutnya, yang menjadi substansi ketika Saipul muncul di layar kaca adalah muatan apa yang akan ditampilkan pada program siaran. Kalau, muatan tersebut melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) P3SPS, maka akan ada langkah dari KPI.
“Kalau muatan itu adalah melanggar norma yang berlaku, tidak usah pikir panjang. Pasti KPI akan memberikan sanksi kepada program siaran tersebut. Tapi kalau memberikan perspektif, taruhlah begini, apa kemudian salah, kalau Saipul Jamil menyampaikan bahwa ia menyesali perbuatannya karena ini akan berakibat dan berdampak buruk. Nah, itu perspektif yang sebenarnya,” jelasnya.
Nuning mengatakan, mantan pelaku kejahatan terorisme juga ditampilkan dan memberikan perspektif yang lebih baik untuk publik. Hal tersebut tidak menjadi masalah.
Baca juga: Santai, Saipul Jamil Sebut Comeback Karir Tak Terhalang Meski Petisi Ramai: Yang Gak Suka Jadi Cinta
“Jadi posisi KPI ada di situ. Bukan semata-mata pada individunya. Itu yang bisa saya sampaikan,” terangnya.
Dikutip dari Kompas.com, Saipul Jamil angkat bicara terkait pro dan kontra kemunculannya kembali di layar televisi. Ia meminta maaf kepada publik karena kehadirannya di layar kaca.
Ucapan minta maaf itu ia sampaikan saat hadir di acara Ngunduh Mantu pasangan Rizky Billar dan Lesti Kejora yang disiarkan stasiun televisi swasta.
“Saya, Saipul Jamil, ingin menyampaikan sebuah permohonan maaf kepada seluruh pemirsa di rumah. Mungkin ada kata-kata saya atau tindakan saya yang membuat para pemirsa di rumah kecewa,” kata Saiful seperti dikutip dari stasiun TV swasta tersebut.
Saipul mengakui dirinya hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa. Kini, Saipul Jamil memohon bimbingan publik agar bisa lebih baik menjalani hari-harinya sebagai figur publik.
“Saya sudah menebus kesalahan saya dalam penjara. Saya mohon bimbingannya, kasih sayangnya untuk saya menapaki hari-hari ke depan,” tutur Saipul Jamil.