Breaking News:

Berita Kota Batu

Anggaran Belanja Tidak Terduga Kota Batu Tahun 2022 Capai Rp 14,5 Miliar

Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2022 telah disepakati oleh DPRD Kota Batu sejumlah Rp 14.589.221.990.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, bersama Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi, rapat bersama secara virtual untuk melaksanakan penandatanganan persetujuan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2022, Selasa (7/9/2021).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2022 telah disepakati oleh DPRD Kota Batu sejumlah Rp 14.589.221.990.

Kesepakatan tersebut terjadi oleh Timgar dan Banggar setelah dilakukan penyelarasan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Batu Tahun Anggaran 2022.

Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Nurochman mengatakan, anggaran BTT 2022 telah dipastikan naik daripada 2021. Kenaikan anggaran BTT tersebut karena tingginya kebutuhan penanganan akibat pandemi Covid-19 (virus Corona).

"Kami sampaikan untuk BTT tahun 2022 awalnya diajukan Rp 10 miliar namun karena Banggar dan Timgar merasa penanganan pandemi belum bisa diprediksi akan selesai kapan, maka kami tambahkan dari pergeseran anggaran di OPD lainnya sekitar Rp 4 miliar. Sehingga untuk BTT kami anggarkan Rp 14 miliar," ujar Nurochman, Rabu (8/9/2021).

Banggar juga mengapresiasi Timgar dan beberapa SKPD yang sudah melakukan efisiensi anggaran.

Efisiensi anggaran dilakukan karena tahun depan pihaknya memastikan penanganan Covid-19 masih menjadi prioritas.

"Meskipun demikian, kami masih banyak ditemukan SKPD yang tetap menganggarkan di luar ketentuan, antara lain penganggaran kendaraan jabatan, mamin, ATK, perjalanan dinas, pelatihan-pelatihan dan lain-lain. Ini menjadi perhatian kami,” ungkapnya.

DPRD Kota Batu meminta SKPD di Pemkot Batu memasukkan program prioritas dalam penyusunan rencana kerja anggaran (RKA) SKPD.

"Dengan begitu saat evaluasi terhadap Raperda APBD TA 2022 dapat berlangsung sesuai hasil keputusan dan penetapan Raperda tentang APBD TA 2022 menjadi Peraturan Daerah,” ujar Nurochman.

Baca juga: Tiga Tempat Wisata di Kota Batu Boleh Buka, Ada Pembatasan Usia Pengunjung

Banggar juga mengingatkan Pemerintah Kota Batu agar efektif melakukan penyerapan. Pasalnya, anggaran yang disetujui meliputi dukungan program pemulihan ekonomi daerah terkait dengan percepatan penyediaan sarana prasarana, layanan publik dan ekonomi.

Selain itu juga untuk meningkatkan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan, perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko meminta agar BTT disiapkan sebagai penyangga untuk tanggap darurat bencana, penanggulangan bencana alam maupun nonalam atau sosial. Sehingga kebutuhan penanganan bisa dilakukan dengan cepat.

"Serta kebutuhan mendesak lainnya yang tidak tertampung. Ini juga dapat berfungsi sebagai jaring pengaman sosial untuk menjaga daya beli masyarakat,” imbuhnya.

Dikatakan Dewanti, Rancangan KUA dan PPAS Tahun 2022 mendorong pemulihan perekonomian daerah, upaya penurunan angka kemiskinan, pengangguran, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu juga untuk peningkatan indeks pembangunan manusia melalui kebijakan.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved