Berita Surabaya
Dewan Sarankan Surabaya Ada Puskesmas Khusus Anak Selama Pandemi
Ketua Fraksi PAN-PPP DPRD Surabaya Juliana Eva Wati mendorong ada layanan khusus bagi ibu hamil dan bayi atau anak di Puskemas
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Fraksi PAN-PPP DPRD Surabaya Juliana Eva Wati mendorong ada layanan khusus bagi ibu hamil dan bayi atau anak di puskemas.
Paling tidak ada puskemas khusus yang memberi pelayanan seperti RS Ibu dan Anak selama pandemi belum berakhir.
"Tak perlu mendirikan gedung Puskemas baru. Tapi ada Puskemas khusus memberi layanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita. Mengingat saat pandemi, Posyandu tutup," tutur Jeje, panggilan akrab Juliana Eva Wati, Kamis (9/9/2021).
Anggota Komisi D tersebut selama ini kerap menjadi sasaran aduan warga lantaran tidak bisa memeriksakan balitanya di Posyandu.
Warga diarahkan ke Puskesmas. Namun warga secara psikologis belum siap jika harus ke Puskesmas.
Sebab semua Puskesmas juga dijadikan tempat isolasi terpusat bagi warga terpapar Covid-19.
Puskesmas juga yang selama ini menjadi tempat pemeriksaan awal warga terpapar sebelum dirujuk ke RS.
Akibatnya warga enggan karena belum siap secara paikologis. "Semua berharap pandemi benar-benar berakhir dan kehidupan berjalan normal. Posyandu bisa buka kembali. Situasi apa pun, sebaiknya memang harus diantisipasi," tandas finalis Ning Surabaya ini.
Baca juga: Bahas Penanganan Covid-19, Australia Akan Menggelar Pertemuan Empat Mata dengan Indonesia
Anggota Komisi D yang belum lama menikah ini menyampaikan bahwa tumbuh kembang anak di masa pandemi ini harus sangat diperhatikan. Meskipun tidak ada Posyandu seperti saat situasi normal, namun harus dicarikan solusi dengan opsi lain.
Diakui Jeje, saat ini memang ada layanan Posyandu online. Namun banyak warga yang mengadu ke dirinya. Mereka rata-rata masih kebingungan dengan Digitaliasi Posyandu ini.
Sementara ibu memerlukan arahan dan edukasi untuk tumbuh kembang bayinya.
Terutama yang paling dikhawatirkan adalah untuk ibu muda yang baru pertama kali memiliki anak.
Program tumbuh kembang anak dengan pemberian imunisasi rutin dan lengkap masih dibutuhkan bayi. Imunisasi dan timbang badan dengan buku KMS (kartu menuju sehat) itu selama ini bida dilayani di Posyandu.
Namun karena pandemi, layanan itu dialihkan ke Puskesmas. Dengan Prokes ketat dan dengan prokes
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-juliana-eva-wati-anggota-dprd-surabaya.jpg)