Breaking News:

Berita Kota Malang

Dengar Suara Gemuruh, Guru Tari di Malang Dapati Atap Balai RW 04 Pandanwangi Ambruk

Dengar suara gemuruh, seorang guru tari di Malang dapati atap Balai RW 04 Pandanwangi Blimbing ambruk setelah diguyur hujan.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Warga bergotong royong membersihkan material atap Balai RW 04 Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang yang ambruk, Minggu (12/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Diguyur hujan selama 12 jam lebih, atap Balai RW 04 Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ambruk, Minggu (12/9/2021) pagi.

Ketua RW 04 Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Ridwan (53) mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

"Awalnya, kejadian itu diketahui oleh salah satu guru tari yang sedang berlatih di dekat balai RW. Sebelum ambruk, terdengar suara gemuruh dari dalam balai RW. Tak berselang lama, seluruh atapnya ambruk tiba-tiba," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (12/9/2021).

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke warga sekitar.

Warga pun langsung berdatangan di lokasi kejadian.

Mereka membersihkan dan mengecek barang-barang serta berkas yang ada di bangunan tersebut

Faktor cuaca dan usia bangunan yang sudah tua, diduga menjadi faktor utama penyebab ambruknya atap Balai RW 04 Kelurahan Pandanwangi.

"Sejak Sabtu (11/9/2021) siang hingga Minggu (12/9/2021) dini hari, di wilayah ini diguyur hujan. Selain itu, bangunan ini sudah berdiri sejak tahun 1989 dan penyangga plafon masih terbuat dari kayu. Kemungkinan, kayunya juga sudah tidak kuat menahan genteng," terangnya.

Akibat kejadian itu, seluruh meja dan lemari di dalam bangunan mengalami rusak parah karena tertimpa atap.

Baca juga: Kecelakaan di Jalan Raya Gadang Kota Malang, Satu Orang Tewas, Pengendara Motor Kabur

Kerusakan bangunan seluas 6×15 m² itu, masih dalam proses tahap pelaporan ke BPBD Kota Malang.

"Pihak kelurahan sudah mengecek ke lokasi. Dan alhamdulillah saat kejadian, balai RW itu dalam kondisi kosong dan tidak digunakan untuk aktivitas masyarakat. Atas kejadian itu, diperkirakan kerugiannya mencapai Rp 100 juta," bebernya.

Ridwan juga menambahkan, sejak pandemi Covid-19 (virus Corona) berlangsung, balai RW tersebut belum pernah difungsikan.

Namun rencananya, balai RW itu akan digunakan pada 19 September 2021 untuk pengumpulan berkas administrasi pemilihan RT dan RW.

"Rencananya, memang mau dipakai untuk kegiatan pengumpulan berkas pemilihan RT/RW. Tapi karena ada kejadian ini, kemungkinan akan dipindah ke bangunan lain," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved