Breaking News

Berita Surabaya

Dievaluasi Secara Berkala, Surabaya Berhati-hati Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Kota Surabaya mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sejak Senin (6/9/2021).

Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Wali Kota Eri Cahyadi meninjau pelaksanaan PTM di Surabaya 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kota Surabaya mulai menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak Senin (6/9/2021). 

PTM ini dilakukan dengan terbatas dan bertahap, sehingga di tahap awal ini hanya 15 SMPN yang diperbolehkan menggelar PTM. 

Prosesnya pun selalu dievaluasi secara berkala, karena Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sangat berhati-hati dengan PTM ini.

Pembelajaran tatap muka ini bisa digelar setelah Surabaya memasuki level 2 berdasarkan asesmen situasi yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Sedangkan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) no 35 tahun 2021, Kota Surabaya masih menduduki level 3.

Namun, antara level 2 dan 3, sudah diperbolehkan menggelar PTM.

Baca juga: Nilai Ambang Batas PPPK Guru TK SD SMP SLB SMA dan Non-guru 2021, Disertai Materi Soal yang Diujikan

Alhamdulilah kita bisa menggelar PTM, karena para pakar baik Epidemiologi maupun dari Persakmi sudah memberikan arahan. 

Namun ini bukan berarti euforia, tapi bagaimana kita menjaga mindset bahwa protokol kesehatan harus tetap dipertahankan, kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Ia memastikan bahwa Satgas Covid-19 bersama pakar kesehatan dan epidemiologi telah merekomendasikan 15 SMP Negeri dan swasta untuk mengelar PTM terbatas. 

Sekolah yang sudah direkomendasikan ini sudah melalui proses asesmen dan simulasi. Saya sampaikan hanya 25 persen PTM itu. 

Ini bukan berarti setelah boleh 50 persen kita euforia, tidak. Ini karena kehati-hatian saja, jelasnya.

Makanya, demi memastikan pelaksanaan PTM hari pertama berjalan sesuai Inmendagri dan SKB 4 Menteri, Wali Kota Eri Cahyadi bersama Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo, melakukan tinjauan.

Dari hasil tinjauannya itu, Wali Kota Eri memastikan bahwa jika PTM ini berjalan lancar, otomatis kapasitas peserta didik yang masuk ke sekolah bisa ditingkatkan. 

Sehingga awal kita buka 25 persen, setelah itu naik lagi 35 persen dan seterusnya. 

Nah, kalau sudah terbiasa, aman dan nyaman menerapkan prokesnya, Fainsya Allah itu yang bisa membuat kita semakin jauh lebih baik daripada hari ini, tuturnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved