Breaking News:

Berita Mojokerto

Alasan Satpol PP Cabut Segel Rumah Makan Steak di Jalan Majapahit Kota Mojokerto

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akhirnya menyabut segel rumah makan Steak And Bowl KQ5 Bintang 5, di Jalan Majapahit, Kecamatan

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
TribunJatim.com/ M Romadoni
Petugas Satpol PP Kota Mojokerto saat menyegel rumah makan lantaran melanggar Perda beroperasi tak mengantongi izin. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akhirnya mencabut segel rumah makan Steak And Bowl KQ5 Bintang 5, di Jalan Majapahit, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Senin (6/9/2021).

Sebelumnya, restoran tersebut disegel lantaran ilegal belum mengantongi izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto.

Kasatpol PP Mojokerto, Heryana Dodik Murtono menjelaskan pihaknya mencabut segel lantaran Owner rumah makan bersangkutan telah mengurus perizinan termasuk Surat Layak Operasi (SLO) dalam Situasi Pandemi Covid-19.

"Sudah kita cabut segelnya karena telah mengurus izin IMB dan SLO," ungkapnya, Rabu (15/9/2021).

Dodik mengatakan tempat makan bersangkutan dapat kembali beroperasi setelah pencabutan segel dan barrier besi garis Satpol PP Line.

"Iya, tempat makan yang telah dicabut segel karena memenuhi administrasi perizinan boleh kembali beroperasi," jelasnya.

Operator restoran steak, Muhamad Ali mengaku pihaknya telah merampungkan perizinan meliputi pelaksanaan OSS (Online Single Submission), Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin lingkungan Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

"Kalau OSS dan NIB terbit 10 Agustus 2021 lalu bersamaan izin lingkungan, nah terkait IMB itulah kita masih proses pengajuannya ke DPMPTSP," terangnya.

Baca juga: Ledakan Bom Bondet di Pasuruan Seret 4 Tersangka yang Masih Satu Keluarga, Ini Peran Mereka

Ali menyebut izin IMB terkendala revisi karena tempat usaha rumah makan itu sebelumnya diperuntukan usaha Lemon Star.

"IMB memang masih proses untuk rumah makan ataupun restoran kemungkinan satu bulan selesai," ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya akan menerapkan Prokes secara ketat sesuai aturan Satgas Covid-19 saat restorannya kembali beroperasi.

Selain itu, dia juga patuh membayar pajak restoran sebesar 10 persen, wajib melengkapi izin 100 persen dan melibatkan peran aktif lingkungan sekitar atau CSR dari pihak restoran pada masyarakat setempat.

"Peran aktif di lingkungan yakni melibatkan warga sekitar sebagai juru parkir dan keamanan tujuh orang dan nantinya 10 persen untuk kepentingan sosial sebagai bukti kita dalam melibatkan peran serta aktif masyarakat," tandasnya. (don/ Mohammad Romadoni).

Kumpulan berita Mojokerto terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved