Berita Terkini

Rhenald Kasali Sebut Pandemi Melahirkan Voluntary Shifting 10 Bidang Usaha Bergerak

Itu seperti yang disampaikan Rhenald Kasali dalam perss conference acara Wealth Wisdom 2021 Bank Permata yang diselenggarakan pada Selasa

Tayang:
Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Rhenald Kasali saat luncurkan buku barunya 

TRIBUNJATIM.COM - "Pandemi ini meluluhkan para penyangkal disrupsi digital”.  

Itu seperti yang disampaikan Rhenald Kasali dalam perss conference acara Wealth Wisdom 2021 Bank Permata yang diselenggarakan pada Selasa, 15 September 2021. 

Menurutnya, regulator dan pemangku-pemangku kepentingan yang sebelumnya tidak melihat bahkan menyangkal dan sering mempersulit kedatangan inovasi-inovasi yang disruptif, kini lebih terbuka matanya. 

Demikian pula profesi-profesi seperti dokter, ahli farmasi, perbankan, dosen, 
ahli statistik yang semula sulit sekali beradaptasi dan berubah haluan kini 
langsung menemukan dan langsung menyesuaikan diri selama pandemi. 
Perkembangan digital terjadi secara cepat dan signifikan. 

Setidaknya ada 10 bidang usaha yang telah berubah secara permanen. 

Ke 10 bidang tersebut adalah kuliner, pendidikan, hiburan, donasi sosial, alat pembayaran, logistik, 
fashion, periklanan, media, dan sektor perumahan. 

Kini semua pengusaha secara voluntary melakukan shifting ke layanan digital.

Ia memberi contoh, kehadiran Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial 
memberikan angin segar dengan mengampu lembaga sosial 4.0 Crowd Funding kitabisa.com untuk memobilisasi donasi publik pada korban-korban bencana. 

Baca juga: Ajukan 3.009 Formasi PPPK, 101 Formasi Guru di Tuban Belum Terisi

Penggunaan metode baru dalam memobilisasi bantuan mampu memberi 
bantuan “on the spot” yang menembus batas-batas birokrasi yang dapat 
membuat masyarakat khususnya netizen muda, frustasi. 

Namun di lain sisi, OJK terkesan masih sangat “denial” terhadap inovasi-inovasi karitatif ini dengan membatalkan inovatif-inovatif kreatif disruptif. 

Social crowd funding yang 
dilakukan Kitabisa.com menghilangkan persoalan-persoalan sosial.

Selain social crowd funding, dokter kini lebih terbiasa melayani konsultasi 
Telehealth. 

Diketahui sebelum pandemi para ahli farmasi dan regulator kesehatan terkesan menolak pemeriksaan kesehatan jarak jauh dan pemberian 
resep obat tanpa kehadiran fisik pasien. 

Rhenald melihat proses perubahan 
kedepan mulai terlihat wujudnya, kendati masih dinamis. 

Sebagian mulai dipermanenkan pengusaha (normal is gone). 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved