Breaking News:

Berita Surabaya

Terapkan Prokes Ketat, Novotel Samator Gunakan Aplikasi PeduliLindungi Untuk Setiap Pengunjung

Kebijakan pemerintah mengenai tracing, testing dan treatment di bernagai sektor usaha saat pandemi ini mulai dijalankan oleh para pelaku usaha

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Firman Rachmanudin
Salah satu tamu undangan pernikahan atau event di Novotel Samator Surabaya yang wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kebijakan pemerintah mengenai tracing, testing dan treatment di berbagai sektor usaha saat pandemi ini mulai dijalankan oleh para pelaku usaha terutama di sektor usaha akomodasi.

Salah satunya adalah penggunakan aplikasi PeduliLindungi yang wajib ada di setiap lokasi akomodasi.

Hotel Novotel Samator Surabaya Timur menjadi salah satu sektor usaha akomodasi di Surabaya yang kini mulai menyosialisasikan dan menerapkan aplikasi PeduliLindungi bagi semua tamu yang akan masuk ke dalam area Hotel. 

Bukan Hanya tamu yang menginap saja tapi juga buat tamu yang mengadakan Event di Hotel Novotel Samator ini juga wajib melakukan scan QR code yang telah disediakan di semua pintu masuk Hotel. 

Seperti yang diterapkan di hajatan pernikahan putra Roy Mandala Yoedha, warga Perumahan Rungkut Mapan Barat (RMB) Surabaya, Sabtu (18/9/2021) lalu.

"Penerapan ini kami lakukan dalam upaya membantu pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. Berdasarkan Instruksi Mendagri 39/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3,Level 2, dan Level 1 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali, dan Surat Edaran Bersama 10 Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pariwisata dan  Ekonomi Kreatif Nomor 10/2021," ujar Hendri Ari Perdana, Operation Manager Hotel Novotel Samator Surabaya Timur saat dihubungi, Senin (20/9/2021).

Baca juga: SMP di Kota Madiun Mulai PTM, Wali Kota Maidi Wajibkan Semua Sekolah Punya Alat Tes Antigen

Roy Mandala,yang menikahkan putranya berujar jika kebijakan pelaku usaha yang meneruskan kebijakan pemerintah sangat membantu dalam percepatan penanganan Covid 19. Ia pun tidak keberatan saat tamu undangannya diwajibkan untuk menggunakan aplikasi tersebut.

"Artinya, para tamu undangan juga wajib menerima vaksinasi sebelum beraktifitas seperti biasa," ujar Roy.

Selain itu, Roy juga membatasi tamu undangan dengan menghadirkan 100 orang. 

Sesuai Inmendagri 41/2021, bahwa kegiatan hajatan untuk PPKM Level 1 wilayah zona hijau, undangan paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

“Alhamdulillah, Surabaya telah berstatus PPKM Level 1, sehingga kami ada sedikit kelonggaran untuk menyelenggarakan hajatan pernikahan putra kami. Walaupun demikian, kami tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan hanya mengundang 100 orang saja. Itupun kami bagi dalam 2 waktu yang berurutan, masing-masing untuk 50 orang undangan," imbuhnya.

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved