Breaking News:

Berita Malang

UMM Bersiap Kuliah Tatap Muka Terbatas, Prioritaskan Mahasiswa Angkatan 2020 yang Sudah di Malang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah menyiapkan skema pembelajaran baru untuk semester ganjil mendatang. Yaitu secara daring-luring untuk para

istimewa
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah lama mendesain model pembinaan mahasiswa yang berorientasi pada tumbuh dan berkembangnya jiwa entrepreneurship. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah menyiapkan skema pembelajaran baru untuk semester ganjil mendatang. Yaitu secara daring-luring untuk para mahasiswa angkatan tahun 2020.

Menurut Kepala Lembaga Informasi dan Komunikasi (Infokom), Ir Suyatno MSi, pelaksanaan kuliah tatap muka terbatas ini dilakukan bagi para mahasiswa semester tiga yang sudah ada di Malang. 

Sedang yang berada di luar Malang dan terhalang untuk pergi ke kampus, akan tetap mengikuti pembelajaran secara online.

“Ini merupakan salah satu upaya kami untuk membatasi kuota mahasiswa yang datang ke kampus. Kami juga akan menentukan kuota maksimal untuk masing-masing kelas luring nantinya," jelas dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), Rabu (22/9/2021).

Untuk itu, Infokom telah memfasilitasi para dosen dan mahasiswa dengan platform Learning Management System (LMS).

Dikatakan, saat pembelajaran luring, kegiatan dilaksanakan di kampus. Sedang yang daring akan dilewatkan Zoom dan Google Meet.

“Sementara platform LMS berfungsi untuk pembelajaran tidak langsung seperti pemberian tugas, ujian, dan presensi mahasiswa," katanya. Yang terbaru di LMS ini ada fitur baru yakni presensi untuk dosen dan durasi waktu mengajar ketika menggunakan LMS. 

Sedang Wakil Rektor I UMM, Prof Dr Syamsul Arifin MSi menambahkan, skema ini akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memantau perkembangan Covid-19 di Malang.

Selain itu, UMM akan memberlakukan syarat adanya surat izin dari orangtua, sertifikat vaksin tahap kedua dll. 

“Saat ini, kita prioritaskan angkatan 2020 dulu. Jika nanti hasilnya bagus dan perkembangan Covid-19 semakin turun. Nanti mungkin bisa melanjutkan skema tersebut ke angkatan 2021 setelah Ujian Tengah Semester (UTS),” ujar Syamsul.

Dikatakan, pelaksanaan prokes sangat diutamakan dalam pembelajaran tatap muka terbatas. Terutama menjaga jarak antar antar mahasiswa.

“Pelaksanaan program ini akan berjalan secara fleksibel. Jadi semua komponen harus siap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dan mendukung terlaksananya program ini," tambahnya.

Ia berharap pembelajaran tatap muka terbatas ini dapat dijalankan dengan lancar dan pandemi ini dapat segera berakhir agar dapat beraktivitas secara normal lagi. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved