Berita Malang

IPK Nyaris Sempurna Tiga Wisudawan Terbaik Universitas Brawijaya Malang

Dari kelompok wisudawan terbaik Universitas Brawijaya Malang, ada tiga orang yang memiliki IPK di atas 3,95 untuk strata sarjana.

Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Wisudawan terbaik Universitas Brawijaya Malang pada Wisuda Periode XIII TA 2020/2021, Sabtu (25/9/2021). 

Cita-citanya mendapatkan beasiswa terkabul. Bahkan dua jenis beasiswa yakni PPA dan Bakti BCA periode 2019/2020. Beasiswa PPA dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi diperolehnya selama dua periode. Beasiswa ini sangat membantunya membiayai kuliah.

Di awal kuliah, sang ayah yang seorang pegawai di PT Pos Indonesia terpaksa pensiun dini. Namun uang pesangon ayahnya cukup membantu untuk biaya kos. Sedangkan untuk uang bulanan di Malang ia menggunakan beasiswa.

Ia merasakan keuntungan mendapatkan beasiswa bukan hanya secara finansial, tapi juga pengembangan diri. Karena lembaga pendonor biasanya memberikan pelatihan soft skill bagi penerima beasiswa. Selain itu jejaring pun bertambah dari luar universitas.

Dennis Koresy: Jadi Dokter dengan IPK Tinggi Itu Bonus

Dennis Koresy berhasil meraih gelar dokter dengan IPK 3,96 dan masa studi program profesi 2 tahun 6 bulan. Sebagai mahasiswa Prodi Pendidikan Dokter, IPK bagus baginya merupakan bonus. Karena ada proses yang lebih besar porsinya, yakni pembelajaran.

“Proses bagi saya lebih kepada pemahaman terhadap konsep, sehingga ketika berhadapan dengan kasus pasien,” baginya.

Di musim pandemi Covid-19 (virus Corona) ini memang terasa ada perubahan yang signifikan selama program profesi. Kontak dengan pasien-pasien di rumah sakit selama pandemi sangat jauh berkurang dibanding sebelum pandemi. Pembelajaran secara luring harus dipraktikkan ketika kontak dengan pasien. Namun tetap ada bimbingan fakultas untuk mempelajari keahlian kedokteran yang tidak bisa dilakukan secara daring. Harapannya agar mahasiswa tidak ketinggalan dengan perkembangan keilmuan.

Selama menjadi mahasiswa, Dennis tidak hanya fokus mengikuti perkuliahan. Ia juga mengasah keilmuannya dengan mengikuti perlombaan di bidang kedokteran. Seperti menjadi delegasi FK UB di lomba anatomi GIMSCO (Gadjah Mada Indonesian Medical Science Olympiade) tahun 2017 dan lomba hematologi CMU IMC (Chiang Mai University – International Medical Challenge) tahun 2018.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved