Breaking News:

Berita Magetan

Menjelang Musim Panen, Ratusan Hektare Tanaman Bawang Merah di Magetan Membusuk Diserang Hama Ulat

Menjelang musim panen, ratusan hektare tanaman bawang merah di Magetan membusuk diserang hama ulat. Petani pasrah.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Doni Prasetyo
Tanaman bawang merah di tiga desa di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mati akibat diserang hama ulat, Minggu (26/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Ratusan hektare tanaman bawang merah di tiga desa di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mati akibat diserang hama ulat

Padahal tinggal beberapa hari lagi, tanaman bawang merah itu dipanen.

Karena telah membusuk, petani hanya bisa termangu melihat tanaman bawang merahnya diganyang hama ulat.

Tiga desa yang lahannya diserang hama ulat adalah Desa Sumberagung, Desa Bogoarum, dan Desa Buluharjo. Ketiganya berada di Kecamatan Plaosan

"Sebetulnya bukan sekali ini saya dan petani di desa lainnya menanam bawang merah. Tapi hama ulat-ulat itu datang tiba-tiba menjelang musim panen bawang merah," kata Suparno, petani Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Magetan, Minggu (26/9/2021).

Menurut Suparno, petani sudah memenuhi tahapan-tahapan menanam bawang, termasuk cara memupuk dan berapa banyak yang diperlukan per luasan media tanamnya.

"Tanaman bawang merah itu tanaman yang sulit-sulit mudah, kikrik kata orang Magetan. Kita sudah berusaha hati-hati. Tapi memang Allah belum memberikannya," ujar Suparno.

Hama ulat menyerang daun tanaman bawang merah, setelah habis kemudian menyerbu biji bawang merahnya. Akibatnya, biji bawang merah membusuk.

Baca juga: Asyik Pesta Sabu di Tempat Kerja, Tiga Pekerja Bengkel di Magetan Dicokok Polisi

"Walau terlihat sepele, kerugian petani per hektare bisa mencapai puluhan juta rupiah. Kami tidak tahu lagi, bisa tanam kembali apa tidak. Tapi kami sebagai petani pantang putus asa. Mungkin panenan depan kami bisa menuai hasilnya," harap Suparno lalu tersenyum.

Dia menambahkan, bukan sekali ini para petani gagal panen.

Dikatakan Suparno, saat ini harga bawang merah di tingkat petani di wilayah Kecamatan Plaosan, antara Rp 12 ribu per kilogram.

"Harga membaik. Tapi petani bawang merah di sini tidak bisa panen. Tanaman bawang merah sudah tidak bisa diselamatkan, semua membusuk," pungkas Suparno.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved