Breaking News:

Berita Malang

Berdayakan Warga Binaan, Lapas Kelas I Malang Miliki Olahan Kopi hingga Kripik

Sebagai salah satu cara memberikan pembekalan bagi warga binaan, Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur mengerahkan para warga binaannya

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
Kepala Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, RB Danang Yudiawan (berkacamata, memakai baju hijau) bersama staf Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur menunjukkan hasil produk warga binaan berupa kopi dan kripik. 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebagai salah satu cara memberikan pembekalan bagi warga binaan, Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur mengerahkan para warga binaannya untuk menghasilkan olahan tata boga.

Kepala Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, RB Danang Yudiawan mengatakan, meski meringkuk di balik jeruji besi, sebanyak 70 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus produktif dan antusias dalam menghasilkan olahan-olahan di bidang tata boga.

"WBP Lapas Kelas I Malang tetap memproduksi hasil karya tata boga  berupa kopi murni, minuman herbal serbuk jahe, keripik tempe, serta keripik tempe sagu," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (30/9/2021).

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Kerja Lapas Kelas I Malang, Adi Santosa menjelaskan, hasil olahan tata boga seperti kopi murni, serbuk jahe, macam-macam keripik dan minuman sari buah dipasarkan untuk pegawai Lapas Kelas I Malang maupun masyarakat umum.

Baca juga: Detik-detik Truk Boks Terguling di Tol Jombang, Bermula dari Ban Meletus

"Paling laku kopi, untuk kripik juga laku tapi masih dibawah kopi. Harga kopinya mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 150 ribu berdasarkan ukuran kemasan," terangnya.

Dirinya mengungkapkan untuk olahan kopi bubuk, Lapas Kelas I Malang menggunakan biji kopi mentah yang dibeli dari petani. Kemudian dipilah, diroasting lalu dikemas sendiri.

"Untuk jenis kopinya, terdapat tiga macam yakni kopi robusta, arabika dan kopi lanang. Produksi sesuai kebutuhan dan pesanan, kalau kebutuhan pesanan banyak ya bisa 1 kuintal per hari," tambahnya.

Adi juga menambahkan, untuk merek dari produk kopi dan kripik itu menggunakan nama L'Sima, yang berarti "Lapas Siji Malang".

"Bagi masyarakat umum yang ingin membeli produk kami, bisa datang langsung ke Kafe Jagongan Jail. Atau bisa menghubungi kami langsung, karena di setiap produk ada nomor kontaknya," pungkasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved