Berita Kota Blitar
Perpustakaan Bung Karno Kota Blitar Dibuka Kembali, Setelah Tutup Selama Dua Bulan Lebih
Setelah tutup selama 2 bulan lebih, Perpustakaan Bung Karno di Kota Blitar dibuka kembali dangan penerapan protokol kesehatan ketat.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Perpustakaan Nasional Bung Karno di Kota Blitar mulai buka kembali pada Kamis (30/9/2021), setelah tutup hampir selama lebih dari dua bulan.
Perpustakaan Nasional Bung Karno dibuka dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 (virus Corona) secara ketat.
Pengunjung yang boleh masuk ke perpustakaan maupun museum harus sudah mengikuti vaksinasi Covid-19.
Pengunjung diminta scan barcode aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk perpustakaan dan museum.
"Kalau statusnya hijau, pengunjung boleh masuk ke museum dan perpustakaan," kata petugas Perpustakaan Nasional Bung Karno, Anton Prasetyo.
Bagi pengunjung yang belum mengakses aplikasi PeduliLindungi diminta menunjukkan sertifikat vaksin.
"Pengunjung yang masuk ke perpustakaan dan museum kami batasi maksimal 20 orang. Anak-anak belum boleh masuk," ujarnya.
Untuk perpustakaan, kata Anton, belum melayani baca di tempat.
Pengunjung hanya diperbolehkan meminjam buku untuk dibaca di rumah.
"Untuk buku koleksi khusus boleh dibaca di tempat. Tapi dibatasi maksimal 5 orang. Buku koleksi remaja malah belum dibuka," katanya.
Sekadar diketahui, Perpustakaan Bung Karno berada satu kompleks dengan wisata Makam Bung Karno di Kota Blitar.
Baca juga: Bantu Stabilkan Harga, BRI Blitar Borong 1,2 Ton Telur dari Peternak, Dibagikan Gratis ke Masyarakat
Perpustakaan Bung Karno didesain untuk melengkapi fasilitas di wisata Makam Bung Karno.
Perpustakaan Bung Karno mulai dibuka pada 3 Juli 2004. Perpustakaan itu memiliki koleksi sekitar 68.000 judul buku dengan 171.000 eksemplar.
Bangunan perpustakaan terdiri dari dua lantai. Ada dua bangunan yang dipisahkan lorong. Bangunan sisi barat bagian bawah sebagai tempat menyimpan koleksi memorabilia atau biasa disebut Museum Bung Karno.
Ruang itu menyimpan 2.200 koleksi Bung Karno non-buku, seperti lukisan, perangko,mata uang Bung Karno, termasuk jas dan koper milik Bung Karno.
Di lantai dua bangunan sisi barat atau di atas ruang memorabilia sebagai tempat menyimpan koleksi buku khusus Bung Karno dan koleksi langka.
Sejumlah buku yang ditulis Bung Karno termasuk teks pidato Bung Karno juga disimpan di ruang tersebut.
Jumlah koleksi khusus dan langka itu sebanyak 4.500 buku. Di ruang ini pengunjung tidak boleh memotret.
Sedangkan gedung sisi timur bagian bawah sebagai tempat menyimpan majalah, refrensi, serial, dan koleksi digital.
Gedung sisi timur di lantai dua sebagai tempat menyimpang karya umum, mulai filsafat, psikologi, agama, politik, dan biografi.
Jumlah koleksinya ada 34.000 judul buku dengan 126.000 eksemplar.
Di ruang itu juga dilengkapi ruang untuk memutar film semacam bioskop berkapasitas 100 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pengunjung-melihat-koleksi-di-museum-bung-karno-kota-blitar-ilustrasi-museum-bung-karno.jpg)