Berita Bliar

Harga Plastik Meroket, Perajin Anyaman di Blitar Berharap Bisa Panen Rezeki

Sudah hampir 6 tahun, Hesti Retno Satuti (37), ibu rumah tangga asal Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
KERAJINAN ANYAMAN BAMBU: Hesti Retno Satuti (37), sedang mengerjakan kerajinan perabotan dapur tradisional dari anyaman bambu di rumahnya, Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Selasa (21/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Hesti Retno Satuti, ibu rumah tangga asal Kabupaten Blitar, telah menekuni usaha kerajinan perabotan dapur dari anyaman bambu selama hampir 6 tahun untuk menopang ekonomi keluarga.
  • Berbekal keterampilan dari nenek dan pelatihan, Hesti mengembangkan berbagai produk seperti besek, tas belanja, tempat tisu, hingga hampers agar mampu bersaing dengan produk pabrikan dan mengikuti tren pasar.

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Sudah hampir 6 tahun, Hesti Retno Satuti (37), ibu rumah tangga asal Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, bertahan menekuni usaha kerajinan perabotan dapur berbahan anyaman bambu.

Meski tidak besar, hasil dari usaha kerajinan perabotan dapur tradisional milik ibu dua anak ini setidaknya dapat menopang ekonomi keluarganya sehari-hari. 

Sambil duduk, Hesti fokus menganyam potongan tipis bambu yang menjadi bahan kerajinan perabotan dapur tradisional di lantai rumahnya, Selasa (21/4/2025). 

Kedua tangannya terlihat terampil menyilangkan potongan tipis bambu menjadi sebuah wadah berbentuk persegi. 

Suami Hesti, Muhammad Ali, duduk di sampingnya ikut membantu merapikan kerajinan perabotan dapur dari anyaman bambu yang sudah setengah jadi.

Baca juga: Harga Plastik Terus Meroket, Disperindag Kota Blitar Minta Masyarakat Diet Plastik

"Ini sedang menyelsaikan pesanan besek (tempat jajanan) dari pusat oleh-oleh di Kademangan. Saya dapat pesanan 1.000 besek. Kalau pesanan banyak, biasanya pengerjaan dibantu suami," kata Hesti. 

Hesti mulai fokus menekuni usaha kerajinan perabotan dapur dari anyaman bambu sejak 2020.

Ia belajar membuat kerajinan perabotan dapur anyaman bambu dari neneknya. 

Dulu, nenek Hesti, juga perajin perabotan dapur tradisional dari anyaman bambu. 

Tapi, nenek Hesti hanya fokus membuat satu jenis kerajinan perabotan dapur anyaman bambu berupa bakul tempat nasi. 

"Saya belajar menganyam bambu dari nenek. Lalu, saya kembangkan sendiri. Pada 2017, saya pernah ikut pelatihan membuat kerajinan anyaman bambu di Surabaya," ujarnya. 

Berbekal ilmu yang didapat dari pelatihan, Hesti menjadi tahu bambu bisa digunakan bahan untuk membuat bermacam kerajinan perabotan dapur. 

Tak hanya bakul tempat nasi, tapi bambu juga bisa dikreasi untuk membuat perabotan rumah tangga lainnya seperti tas belanja, tempat tisu, tempat sampah, besek tempat jajan, bahkan tas hampers. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved