Breaking News:

Berita Madiun

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Kaji Mbing: Pesilat Madiun yang Pertama Kali Perangi PKI

Peringatan Hari Kesakitan Pancasila tanggal 1 Oktober di Monumen Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun berjalan dengan khidmat.

tribunjatim/Sofyan Arif Candra
Bupati Madiun Ahmad Dawami Ditemui Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasila 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober di Monumen Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun berjalan dengan khidmat.

Seluruh Forkopimda Kabupaten Madiun mengikuti jalannya upacara bendera secara virtual dengan seksama.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilakukan setiap tahunnya menurut Bupati Madiun, Ahmad Dawami mempunyai nilai tersendiri bagi masyarakat Madiun.

Karena menurut Kaji Mbing, pada tahun 1948 masyarakat Kabupaten Madiun banyak yang menjadi korban keganasan PKI pimpinan Muso.

"Ada pesan yang ingin kita sampaikan kepada generasi muda, yang pertama harus memahami sejarah negeri kita dan jangan sampai terulang lagi," kata Kaji Mbing ditemui usai upacara.

Menurut Kaji Mbing, pemberontakan PKI di Madiun hanya terjadi selama 12 hari namun dampaknya masih dirasakan hingga kini.

Dampak buruk yang dimaksud adalah stigma negatif Madiun merupakan sarang PKI.

Padahal masyarakat Madiun justru yang menjadi korban keganasan PKI tersebut.

"Dengan inovasi dan kemajuan di Madiun kita berharap stigma ini bisa hilang dan kalah dengan inovasi," lanjutnya.

Salah satu inovasi yang jadi andalan adalah Madiun Kampung Pesilat.

"Ini bisa menjadi harapan bahwa kita bukan bagian dari PKI tapi justru kita para pesilat yang notabenenya pertama memerangi PKI bukan pelaku" tambah Kaji Mbing.

Dengan inovasi dan prestasi dari Kabupaten Madiun menurut Kaji Mbing secara perlahan terus menggerus stigma negatif tersebut

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved