Breaking News:

Berita gresik

Meriahnya Festival Layang-Layang di Balongpanggang Gresik, Layangan Naga Dianggap Paling Sakral

Ratusan layang-layang dengan jenis train naga berjejer di laga puncak festival layang-layang Dohoagung seri 5 di area persawahan Desa Dohoagung, Kecam

Penulis: Willy Abraham | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/willy abraham
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat memegang layang-layang train naga pada festival layang-layang Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang, Minggu (3/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Ratusan layang-layang dengan jenis train naga berjejer di laga puncak festival layang-layang Dohoagung seri 5 di area persawahan Desa Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang.

Warga terlihat sangat antusias menyaksikan festival yang digelar setahun sekali tersebut.

Iva warga Balongpanggang terhibur dengan adanya festival layang-layang tingkat nasional.

Apalagi, lokasinya berada di dalam area persawahan desa. Menjadi hiburan tersendiri bagi ibu dua anak ini.

"Senang terhibur, menarik. Tidak ada anginnya tidak apa-apa sebenarnya tidak menginginkan seperti ini tapi ditunggu saja," ucapnya.

Layangan naga dinggap paling sakral dibanding dengan jenis lainnya.

Baca juga: Mobil L300 Ludes Terbakar di Dekat Gerbang Tol Banyu Urip, Diduga Akibat Korsleting AC

Pasalnya, selain modelnya yang megah, setidaknya membutuhkan empat orang hingga lebih agar bisa melayang.

Maklum saja, kebanyakan layangan itu memilki panjang 75 meter sampai 100 meter.

Penerbangan layang-layang merupakan tradisi di desa setempat pada musim panas setelah panen padi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved