Berita Kabupaten Madiun

Tanamannya Tidak Dijual, Pemuda Madiun Ingin Rilis Kantong Semar di Gunung Wilis

Tidak menjual tanamannya, pemuda di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ingin merilis kantong semar di Gunung Wilis.

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Fatkhul Roin, pemuda asal Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, merawat tanaman kantong semar, Minggu (3/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Uniknya tanaman karnivora kantong semar, membuat Fatkhul Roin, pemuda Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, membudidayakannya.

Roin mempunyai puluhan jenis kantong semar yang ia mulai tanam pada tahun 2019 lalu.

Tak hanya itu, ia juga telah berhasil melakukan pembibitan tanaman impor tersebut.

Roin menyebutkan, tanaman kantong semar sebenarnya ada di Gunung Wilis yang berada tak jauh dari rumahnya, namun saat ini sangat jarang ditemui.

Untuk itu, ia punya rencana untuk melepaskan atau menanam tumbuhan pemakan serangga hasil pembibitannya tersebut di Gunung Wilis.

"Sebenarnya ada (kantong semar) di Wilis, semoga punya rezeki sehingga bisa saya lepas di Wilis," kata Roin, Minggu (3/10/2021).

Menurut Roin, untuk merilis kantong semar di alam liar tidaklah mudah.

Yang pertama adalah lambannya perkembangan dari tanaman yang punya nama ilmiah nepenthes tersebut.

"Kadang menyemai setahun baru tumbuh kecambah. Sedangkan untuk merilis harus menunggu agak besar dulu, biar kuat," jelas Roin.

Selain itu, Roin juga harus bisa memilih tempat yang tepat untuk tumbuh kembang kantong semar.

Kantong semar, lanjut Roin, sangat suka cahaya namun tidak kuat dengan panas yang tinggi.

Baca juga: Budi Daya Kantong Semar, Tanaman Pemakan Serangga di Kaki Gunung Wilis Kabupaten Madiun

Selain itu, kantong semar juga suka lembap namun tidak suka tanah yang terlalu berair.

Tak hanya itu, kantong semar juga tidak tahan dengan air yang mempunyai kadar mineral terlalu tinggi, karena bisa keracunan.

"Bisa air pegunungan tapi harus diukur TDS-nya (Total Dissolved Solids) harus di bawah 100 ppm," lanjut pemuda yang sehari-hari berprofesi sebagai montir ini.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved