Berita Surabaya
Inilah Suara Hati Pelaku Seni Surabaya saat Hajatan Diperbolehkan
Kelonggaran demi kelonggaran mulai diberlakukan di sejumlah tempat dengan tetap memperketat Prokes
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kelonggaran demi kelonggaran mulai diberlakukan di sejumlah tempat dengan tetap memperketat prokes.
Bahkan tempat wisata juga ada yang mulai buka dengan kapasitas dibatasi. Para pelaku seni di Surabaya pun berharap mereka bisa manggung.
Sekretaris Pekerja Seni Nusantara (PSN) Surabaya, Achmad Sahara, mengeluhkan sulitnya para pekerja seni beraktualisasi diri dan menghidupi keluarga di masa pandemi Covid-19, sejak Maret 2020.
“Alhamdullilah, sekarang situasi Surabaya sudah membaik. Kami berharap SWK-SWK (sentra wisata kuliner) bisa dibuka, dan pekerja seni bisa pentas, tentu dengan protokol kesehatan,” ujar Sahara, Senin (4/10/2021).
Para seniman dan orang-orang kreafif seni yang tergabung dalam PSN itu juga curhat langsung ke Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Mereka mengharapkan dukungan pemerintah, di tengah masa sulit pandemi ini.
Baca juga: Seluruh SD dan PAUD di Trenggalek Gelar PTM Mulai Hari Ini
Sahara yang pemain organ itu menyambut baik, telah diperbolehkan hajatan di kampung-kampung. Satgas juga sudah melakukan asesmen.
“Semakin bertambah peluang kami untuk berkaktivitas dan mendapat penghasilan keluarga. Semoga tahun 2022, pemulihan ekonomi berjalan dengan baik,” harap Sahara.
Ketua DPC PDIP Kota Surabaya yang juga Ketua DPRD, Adi Sutarwijono menemui langsung mereka. Dia didampingi pengurus DPC PDIP, Wimbo Ernanto dan Achmad Hidayat.
"Kami bisa merasakan situasi sulit teman-teman seni. Pemkot dan DPRD akan memperhatikan kondisi pelaku seni. Akan ada bantuan untuk mereka," terang Adi.
Ketua DPRD Surabaya ini akan mengupayakan bantuan berupa sembako, dari program Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji, untuk para pekerja seni.
“Pak Eri Cahyadi dan Pak Armuji adalah kader PDI Perjuangan. Sehingga kebijakan pemerintahan sepenuhnya diarahkan untuk kesejahteraan rakyat Kota Surabaya,” ujar Adi.
Selain pelaku Seni, Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Surabaya juga curhat ke DPC PDIP Kota Surabaya. Mereka meminta akses ke Pemerintah Kota Surabaya untuk mendapatkan sarana produksi pertanian. Diantaranya bantuan pupuk dan bibit lombok.
“Kami membutuhkan pendampingan dan penyuluhan dari Pemerintah Kota Surabaya. Dulu, KTNA di Surabaya sejarahnya dibentuk Pemerintah Kota Surabaya,” ujar Suyatno, Ketua KTNA Kota Surabaya. (Faiq)
Kumpulan berita Surabaya terkini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ketua-dpc-pdip-kota-surabaya-yang-juga-ketua-dprd-surabaya-adi-sutarwijono.jpg)