Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Pengakuan Dokter Forensik Periksa Jasad Ibu-Anak di Subang, Analisa hingga Malam, dr Hastry: Kasihan
dr Hastry membagikan momen saat ia berada di depan makam dua korban pembunuhan di Subang, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.
Penulis: Ani Susanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM - Inilah pengakuan dokter forensik yang ikut membantu proses autopsi jasad korban dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.
dr Hastry membagikan momen saat ia berada di depan makam dua korban, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.
dr Hastry juga mengungkap perasaannya soal kasus pembunuhan keji terhadap ibu dan anak tersebut.
Baca juga: Kesaksian Penggali Kubur Angkat Jasad Korban di Subang, Makam Dibongkar, Yosef Didatangi Polisi Lagi
Seperti diketahui, Tuti dan Amalia tewas dalam insiden pembunuhan di rumah mereka di Desa Jalan Cagak, Kampung Ciseuti, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada 18 Agustus 2021.
Guna mengungkap kasus pembunuhan Tuti dan Amalia, polisi memeriksa puluhan saksi dan berkali-kali melakukan olah TKP.
Tak kunjung menetapkan tersangka setelah sebulan lebih kasus berlalu, polisi akhirnya menggali makam ibu dan anak tersebut lalu mengautopsinya lagi beberapa hari lalu.
Baca juga: Tak Akur ke Yosef saat Kasus Subang, Terkuak Sifat Yoris pada Sang Istri, Kerap Meninggalkan
Waryana tukang gali kubur yang ditugaskan untuk menggali kembali makam Tuti dan Amalia memberi kesaksian.
Diungkap Waryana, prosesi penggalian makam Tuti dan Amalia dimulai pada pukul 14.00 WIB dan selesai pada pukul 14.30 WIB.
"Autopsinya pertama gali jam 2, selesai kira-kira setengah tiga, yang ibunya terus anaknya," ucap Waryana saat ditanya wartawan, Sabtu (2/10/2021).
Kedua jasad ibu dan anak tersebut selesai diautopsi sekitar pukul 17.00 WIB.
"Bu Tuti yang pertama, yang kedua anaknya, satu-satu, sudah selesai ibunya langsung dikubur lagi, lalu menggali makam anaknya langsung," kata Waryana, dilansir dari TribunJabar ( grup TribunJatim.com ).
Baca juga: Babak Akhir Kasus Subang Mulai Terlihat, Data di HP Amalia Terungkap? Pembunuh Terancam Hukuman Mati
Alasan jasad Tuti dan Amalia kembali diautopsi diungkap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago.
Ia menyebut bahwa autopsi adalah upaya untuk mengetahui detail kondisi korban.
"Kita mencari apakah luka korban tersebut itu berasal dari benda tumpul atau benda tajam. Untuk waktu kemudian, dari hasil autopsi pasti akan Kita temukan waktu-waktu kematian," ujar Kombes Pol Erdi A Chaniago, dikutip TribunJatim.com dari kompas.tv, Senin (4/10/2021).
Selain itu, polisi juga ingin kembali memastikan mengenai kondisi pasti jasad saat ditemukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dokter-forensik-momen-berada-di-makam-korban-pembunuhan-subang-yang-dibongkar.jpg)