Breaking News:

Berita Surabaya

Tertipu Proyek Fiktif Catut Nama Bappeda Jatim, Pria di Surabaya Merugi Ratusan Juta

Joko Kustoro warga Sememi, Surabaya tak pernah menyangka jika dirinya bakal jadi korban penipuan oleh oknum yang mengaku dari Bappeda Jawa Timur.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUN JATIM/FIRMAN RACHMANUDIN
Joko Kustoro saat menunjukkan dokumen terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku bekerja di lingkungan Bappeda Provinsi Jawa Timur . 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudim

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Joko Kustoro (58) warga Sememi, Surabaya tak pernah menyangka jika dirinya bakal jadi korban penipuan dengan nominal hingga ratusan juta rupiah.

Ia bersama lima temannya mengaku tertipu proyek yang ditawarkan oleh oknum yang mengaku sebagai pekerja paruh waktu di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur berinisial NN dan DN.

Keduanya menawarkan sebuah proyek yang bakal digarap pada tahun 2020.

Proyek tersebut mulai pengadaan, pavingisasi hingga proyek pembangunan gorong-gorong di seluruh wilayah di Jawa Timur.

Baca juga: Namai Anaknya Pakai 19 Kata, Orangtua di Tuban Kesulitan Buat Akta hingga Surati Presiden Jokowi

Meski bukan PNS alias Aparatur Sipil Negara (ASN), NN dan DN mulanya memperkenalkan diri sebagai pegawai ASN di  Bappeda .

Kepada para korban, mereka menyebut jika proyek itu merupakan program CSR Perusahaan yang dikelola oleh Bappeda Jawa Timur.

"Awalnya tidak meyakinkan. Kami sempat beberapa kali bertemu bersama para korban lainnya dengan NN dan DN. Mereka menjelaskan bagaimana mekanisme proyek tersebut yang bakal dijanjikan digarap pada tahun 2020," kata Joko kepada Surya.co.id ( Tribun Jatim Network ), Senin (4/10/2021).

Baca juga: Teror Ular Kobra Gegerkan Warga Lumajang, Ada yang Digigit hingga Disembur Racun Kena Mata

NN kemudian meminta fee di awal kepada para korban yang memiliki perusahaan kontraktor itu dengan nilai 15 persen dari jumlah nilai proyek.

Tawaran itu ditolak oleh para korban awalnya. Kemudian disepakati fee di awal sebanyak 5 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved