Berita Gresik

Diduga Tidak Sejahterakan Masyarakatnya, Warga Sekapuk Gresik Protes Kepemimpinan Kepala Desa 

Perwakilan masyarakat Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah mengeluhkan kepemimpinan Kepala Desa Abdul Halim (AHA).

Tayang:
Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/WILLY ABRAHAM
Wisata Setigi di Desa Kapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Selasa (1/1/2019). 

Sementara Kades Sekapuk Abdul Halim (AHA) mengatakan, semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpanya. Sebab  ikhtiar keras memajukan desa  berbuah jadi fitnah. 

Menurut Abdul Halim, selama telah berhasil mengubah Desa Sekapuk yang sebelumnya desa tertinggal menjadi desa miliarder, difitnah menarik upeti, pungli, bahkan dituding korupsi dan menggelapkan dana kompensasi dari PT Polowijo. 

Kades yang berhasil mengubah lahan bekas tambang kapur dan tempat pembuangan sampah menjadi wisata Setigi yang indah mempesona ini juga difitnah menguasai wisata milik desa menjadi wisata milik pribadi. Fitnah lain juga di media sosial (medsos), menuding adanya patung Kades Sekapuk Ki Begawan Setigi bukti jika wisata Setigi dijadikan milik pribadi. 

"Masalah gunung, patung dan pungli bahkan ada tuduhan Kades dikasih kenyang perusahaan. Terkait nominal kompensasi pendapatan sah desa, selain dari perusahaan juga dapat dari pasar. Semuanya ada rinciannya," kata Abdul Halim

Anggaran kompensasi dari PT Polowijo ke Pemdes Sekapuk  yaitu Rp  14,800 juta per bulan dikalikan 12 bulan sebanyak Rp 177,600 Juta. Dan jika dikalikan 6 tahun menjadi Rp 1,065,600 Miliar dalam satu periode kepemimpinan kades.

Sedangkan pengeluaran Kas Desa di antaranya untuk insentif Ketua RT/ RW sebanyak Rp 400.000 perbulan dikalilan  34 orang sebanyak Rp  13,600 Juta. Insentif linmas dan konsumsi jaga sebanyak Rp 50.000 per bulan dikalikan  30 orang, totalnya Rp 1,5 Juta.  Sehingga total penggunaan anggaran Rp 13,600 Juta ditambah  Rp 1,5 Juta menjadi Rp  15,1 Juta. 

"Jika dihitung, nilai kompensasi dan kebutuhan, apakah bijak jika uang kenaikan tarif jasa batu putih itu dimakan Kades? Apakah bijak, jika kalian bicara Kades korupsi uang kompensasi dan menggelapkan dana tersebut?," kata Kades Abdul Halim

Sedangkan, terkait  patung dirinya di wisata alam Setigi, dengan tenang Kades AHA menjelaskan, pembuatan patung sudah ada Peraturan Desa (Perdes) dan menjadi kesepakatan bersama. "Tujuannya, sebagai ikon, bahwa wisata Setigi benar-benar dibangun dari swadaya masyarakat," imbuhnya. (ugy/Sugiyono)

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved