Breaking News:

Berita Bojonegoro

Seteru Wabup Bojonegoro yang Tersinggung dengan Tuduhan Bupati, Kini Diusut Polda Jatim

Perseteruan Wabup Bojonegoro yang merasa tersinggung dengan ungkapan bupati, kini diusut Polda Jatim.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Bupati Bojonegoro Anna Muawannah dan Wakil Bupati Budi Irawanto saat tiba di Gedung Grahadi Surabaya sebelum dilantik oleh Gubernur Jatim Soekarwo, Senin (24/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polda Jatim mengambil alih kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, atas laporan Budi Irawanto, yang merupakan Wakil Bupati Bojonegoro.

Pengambilalihan laporan tersebut terhitung sejak Kamis (7/10/2021). Artinya, 29 hari pascalaporan diterima pertama kali oleh pihak Polres Bojonegoro, Kamis (9/9/2021). 

Laporan dugaan kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik itu, akan ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Jatim.

"Dari hasil gelar perkara awal diputuskan untuk perkara tersebut ditarik dan ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Jatim," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, saat dihubungi TribunJatim.com, Kamis (7/10/2021).

Sebelumnya, perseteruan antara, Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto dengan pimpinannya, Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, bermula saat sang bupati menulis sebuah konten informasi melalui media elektronik yang cenderung menyudutkan sosok pribadi sang wabup.

Dalam konten informasi yang dimaksud, bupati menuliskan secara jelas beberapa hal yang belum dapat dipastikan kebenarannya, dan bersifat tuduhan miring yang menyudutkan pribadi di hadapan publik.

Atas tindakan yang dirasa tidak menyenangkan, Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto lantas membuat laporan ke Mapolres Bojonegoro pada Kamis (9/9/2021) lalu.

Laporan tersebut berbunyi dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik grup jurnalis dan informasi, dengan nama terlapor Anna Muawanah, yang notabene pimpinan si pelapor.

Baca juga: Wakil Bupati Bojonegoro Laporkan Bupati ke Polisi: Ini Menyangkut Harga Diri Keluarga

Kemudian, 16 hari pascalaporan tersebut, pihak Satreskrim Polres Bojonegoro melakukan penyelidikan dengan memeriksa dua orang saksi.

Mereka merupakan warga sipil yang berprofesi sebagai jurnalis. Namanya Rachmat Bima Kusrinto, yang mengaku dicecar 20 pertanyaan oleh penyidik.

Sedangkan, saksi lainnya, Yusti Rubiantika, mengaku dicecar 22 pertanyaan oleh penyidik.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Frans Dalanta Kembaren mengungkapkan, dua orang warga sipil berprofesi jurnalis itu, diperiksa sebagai saksi atas kasus tersebut.

Saksi diperiksa untuk dimintai keterangan atas apa yang diketahui dalam perkara ini, karena mereka masuk sebagai anggota di grup WhatsApp Jurnalis dan Informasi, dan menyaksikan adanya konten informasi yang diduga menyinggung pribadi orang lain.

"Hari ini ada dua saksi yang diperiksa di waktu yang berbeda, pagi dan siang," ujarnya saat ditemui awak media di ruang kerja, di Mapolres Bojonegoro, Jumat (24/9/2021).

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved