Breaking News:

Berita Magetan

Embung Ringinagung, di Musim Penghujan ini Belum Berfungsi Menghalau Banjir di Magetan

Musim penghujan mendatang wilayah kota Magetan masih akan digenangi air bah dengan arus deras. Memang aneh, kota di lereng gunung Lawu, bisa banjir

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Doni Prasetyo
Pelaksanaan proyek pembuatan limpahan di rencana lokasi embung Ringinagung, Magetan dikebut, diharapkan paling tidak bisa mengurangi debit air dari atas gunung bila musim hujan datang. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Musim penghujan mendatang wilayah kota Magetan masih akan digenangi air bah dengan arus deras. Memang aneh, kota di lereng gunung Lawu, bisa banjir, walau banjir air bah. 

Banjir air bah dengan arus deras, yang hampir setiap tahun terjadi di wilayah kota Magetan itu mengakibatkan  kerusakan rumah warga dan puluhan fasilitas umum setempat.

Embung Ringinagung yang berfungsi sebagai pengendali debit air hujan dari wilayah gunung yang estimasinya dibangun di atas lahan dengan luasan lebih dua hektar dengan anggaran sekitar Rp 12 miliar, karena pandemi Covid 19 ini, hanya cair Rp 2 miliar. 

"Mestinya embung Ringinagung yang diperencanaan menempati luas lahan sekitar dua hektar dengan biaya Rp 12 miliar. Namun karena kena covid 19 di refocusing, hanya cair Rp 2 miliar,"ungkap Konsultan Pengawas dari
CV Global Mandiri Konsultan Budi Susanto, kepada Surya, Kamis (7/10).

Menurut Budi Susanto, karena anggaran hanya Rp 2 miliar, yang dikerjakan hanya membuat limpahan untuk mengurangi debit air dari atas gunung, tapi belum bisa maksimal berfungsi.

"Yang kami kerjakan ini hanya limpahan, luasan bangunannya sekitar satu hektar, sedikit bisa mengurangi debit air dari atas gunung, belum maksimal. Menyesuaikan anggaran,"kata Budi Susanto atau populer dipanggil Budi Black ini.

Baca juga: Persiapan Jelang Seri Kedua Liga 1 2021, Persebaya Geber Latihan dengan Intensitas Maksimal

Sementara Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPU PR Kabupaten Magetan, Yuli Iswahyudi, membenarkan, renacananya embung Ringinagung itu memiliki luasan sekitar dua hektar dengan anggaran sekitar Rp 12 miliar. 

"Karena APBD anggaran tidak mencukupi, hanya cair sekitar Rp 2 miliar, pembangunan embung pelaksanaannya terpaksa bertahap,"kata Yuli Iswahyudi didampingi staf pelaksana proyek embung, Ulin kepada Surya, Kamis (7/10).

Dikatakan Yuli, saat ini baru mengerjakan tanggulnya, lain lainnya belum, dan terpaksa di musim penghujan ini embung untuk antisipasi debit air yang mengarah ke kota belum sepenuhnya bisa dikendalikan.

"Walau belum maksimal, mudah mudahan bisa  mengurangi debit air, yang mengakibatkan banjir air bah di wilayah kota Magetan,"kata Yuli dibenarkan Ulin stafnya.

Sekarang ini, lanjut Yuli, yang  dilakukan DPU PR dengan anggaran Rp 2 miliar itu, membangun tanggul dan membuat limpahan agar debit air yang deras dari atas gunung, masuk ke area rencana embung.

"Mudah mudah anggaran tahun 2022, bisa terealisasi, sehingga proyek Embung Ringinagung 

Kumpulan berita Magetan terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved