Berita Madiun

Hama Ulat Menyerang, Petani Jagung di Madiun Was-was Hasil Panen Turun

Tanaman Jagung di Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun diserang hama ulat hijau

Tayang:
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sofyan Arif Candra
Petani Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Muhammad Ismail Khawatir dengan Hama Ulat Yang Mulai Menyerang Jagungnya Menyebabkan Kualitas Panen Turun 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Tanaman Jagung di Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun diserang hama ulat hijau.

Para petani khawatir serangan hama tersebut dapat menurunkan kualitas panen jagungnya.

Dari pantauan TribunJatim.com memang nampak daun Tanaman Jagung banyak yang bolong dan mulai menguning.

Seorang petani jagung setempat, Alfiah (45) mengatakan tanaman jagungnya sudah berusia dua bulan, satu bulan lagi panen. 

Namun, ia pasrah jika hasil panennya nanti tidak sesuai dengan yang ia inginkan.

"Kalau sudah diserang ulat hasil panennya bisa turun setengahnya," kata Alfiah, Jumat (8/10/2021).

Ia menyebutkan, jika dalam kondisi bagus dalam satu kotak lahan berukuran 100 meter persegi ia bisa memanen 7 sampai 8 kwintal jagung.

"Kalau ada hama ulat panennya 4-5 kwintal saja," sebutnya

Namun ia bersyukur harga jagung tidak terlalu anjlok yaitu Rp 4 ribu - Rp 5 ribu per kilogram.

Petani jagung lain, Muhammad Ismail (27) mengatakan tanamannya sudah diserang hama ulat sejak berusia dua pekan. 

Ia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghentikan serangan hama ulat tersebut dengan menyemprotkan pestisida ke jagungnya.

Baca juga: Berawal dari Percakapan Kondisi Gudang, Warga Blitar Curi Telur 8 Kwintal

Namun usahanya tersebut nyatanya tak bisa sepenuhnya mengusir hama tersebut.

"Setelah disemprot memang hilang, namun jarak beberapa minggu setelah disemprot (hamanya) muncul lagi," lanjutnya.

Ia hanya bisa berharap hasil panennya bisa menutup modalnya untuk bercocok tanam sehingga tak merugi.

"Pupuk subsidi sekarang juga sulit. Hanya bisa menutup 70 persen dari kebutuhan, yang 30 persen sisanya saya beli pupuk non subsidi," pungkasnya.

Kumpulan berita Madiun terkini

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved