Berita Lamongan

Pencarian Bangkai Kapal Van Der Wijck di Perairan Brondong Lamongan Dimulai Kembali

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur akan melanjutkan eksplorasi kapal Van der Wijck di Perairan Laut Lamongan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Ndaru Wijayanto
Dokumen Istimewa
Tim saat memulai pencarian Kapal Van der Wijch. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur akan melanjutkan eksplorasi kapal Van der Wijck di Perairan Laut Lamongan.

"Minggu depan kita akan lanjutkan eksplorasi terhadap Van Der Wijck," kata Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho kepada wartawan, Minggu (10/10/2021).

Eksplorasi dimaksudkan untuk membuktikan keberadaan kapal Van der Wijck yang tenggelam di perairan Lamongan pada tahun 1936. 

Dan kalau keberadaannya ditemukan dengan segala keadaannya, Pemkab Lamongan juga akan melanjutkan dengan rencana besarnya sebagai destinasi baru bawah laut.

Diakui Wicak, kegiatan sebelumnya sempat terhenti karena cuaca yang kurang bersahabat dan tidak memungkinkan para penyelam mampu menembus arus deras hingga dasar laut.

Baca juga: Sonar Deteksi Adanya Benda Besar, BPCB Jatim Duga Posisi Bangkai Kapal Van der Wijck di Lamongan

Sesuai dengan rencana semula, upaya untuk mengetahui keberadaan kapal besar di masanya itu terus dilakukan oleh BPCB Jatim

"Minggu depan, tim arkeolog akan kembali melakukan penyelaman di titik yang diduga menjadi tempat tenggelamnya kapal yang menginspirasi sebuah novel dengan judul yang sama karya Buya Hamka tersebut," ungkapnya.

Agenda eksplorasi kapal Van der Wijck ini, katanya, masih sama dengan yang sudah dilakukan beberapa bulan lalu karena memang eksplorasi kapal Van der Wijch ini menjadi prioritas BPCB.

"Targetnya, adalah eksplorasi untuk mencari penampakan kapal baik berupa foto dan video terhadap kapal yang karam itu, " ungkapnya.

Jika  upaya pengambilan gambar bangkai kapal baik foto dan video berhasil, baru dilanjutkan dengan upaya identifikasi kebenarannya.

Menurutnya, ada tahapan-tahapan yang akan ditempuh dari eksplorasi awal, keberhasilan pengambilan gambar, sampai memastikannya. 

Diceritakan, eksplorasi awal terhadap Kapal van Der Wijck sempat kurang beruntung pada penghujung April 2021 lalu.

Ketika itu, tim yang beranggotakan 10 orang penyelam dan 3 anggota tim penyelam menemui kegagalan karena dihadapkan dengan cuaca buruk dan arus bawah laut sekitar perairan Brondong, titik kapal karam.

Kapal Van der Wijck dikenal sebagai Titanicnya Indonesia. Kapal mewah pada 1936 dan ditenggarai selain bermuatan penumpang, kapal ini juga bermuatan sejumlah barang. 

Tim BPCB meyakini titik karam kapal Van der Wijck berada di perairan Brondong, berjarak sekitar 17 mil dari daratan. 

"Dari pantauan sonar menunjukkan, bahwa kapal dengan panjang lebih dari 150 meter itu tenggelam hingga kedalaman 28-38 meter di bawah permukaan laut," katanya.

Wicak mengaku optimis akan berhasil mendeteksinya asal cuaca mendukung. Selama cuaca mendukung, maka eksplorasi bisa dilakukan sesuai rencana.

"Berdoa  saja, minggu depan cuacanya mendukung, " pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved