Breaking News:

Berita Gresik

Kasus Dugaan Penganiaan Anak di Al Ibrohimi Gresik Berlanjut, Para Gus Dimintai Keterangan Polisi

Dugaan kasus penganiayaan di Yayasan Ushulul Hikmah Al-Ibrohimi yang melibatkan antar pengurus terus berlanjut.

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
para saksi terlapor berkumpul di kantin Polres seusai diperiksa 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Polemik dugaan kasus penganiayaan di Yayasan Ushulul Hikmah Al-Ibrohimi yang melibatkan antar pengurus terus berlanjut. 

Kali ini yang diperiksa Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gresik memeriksa 7 saksi dari pihak terlapor, Senin (11/10/2021). Pihak terlapor yaitu K.H. Khoirul Atho' (Gus Atok), warga Kecamatan Manyar yang diduga menganiaya anak pelapor. 

Penasihat hukum terlapor yaitu Abdullah Syafi’i mengatakan, hari ini tujuh orang saksi dari saksi terlapor telah dimintai keterangan oleh penyidik PPA Polres Gresik. Pemeriksaan tersebut untuk mengkonfrontir dari keterangan pelapor yaitu Muhammad Tubashofiyun Rohman (Gus Shofi) (28), warga Desa Manyar, Kecamatan Manyar. 

Baca juga: Probolinggo Masuk PPKM Level 3, PTM Terbatas di Madrasah Tetap Digelar, Prokes Diterapkan Ketat

Menurut Abdullah Syafi’I, dari pemeriksaan para saksi tersebut mengatakan, luka lebam pada anak pelapor diduga tidak disebabkan dari tangan terlapor (Gus Atok). “Dan itu diakui oleh pelapor, bahwa lebam di wajah anaknya seperti bekas gigitan serangga. Dan itu dikuatkan dengan tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut,” kata Abdullah Syafi’I. 

Lebih lanjut Abdullah Syafi’I menambahkan, hasil dari visum juga tidak menunjukan penyebab luka lebam di wajah anak Gus Shofi. Hanya saja disebutkan bahwa ada luka lebam pada wajah anak. “Hasil visum hanya menyebutkan adanya luka lebam pada wajah anak tersebut. Dan tidak menyebutkan penyebab lukanya,” imbuhnya. 

Dari kurangnya bukti tersebut, Abdullah Syafi’I mengharapkan agar penyidik Polres Gresik menghentikan kasus tersebut. Sebab, yang lebih penting adalah menyelesaikan permasalahan rebutan Yayasan Ushulul Hikmah Al-Ibrohimi

“Pokok masalah ini adalah permasalahan Yayasan. Sehingga, jika pokok masalahnya tidak diselesaikan, maka pertikaian akan dimungkinkan terbunculan. Kami berharap Polres Gresik menyelesaikan laporan saya, terkait dugaan penyerobotan Yayasan,” katanya.  

Sementara pihak pelapor yaitu Gus Shofi mengatakan, benar telah dipanggil penyidik Polres Gresik untuk dilakukan konfrontir keterangan dengan para saksi. “Saya tadi suang datang ke Polres Gresik untuk dimintai keterangan besama saksi lainya,” kata Gus Shofi.

Diketahui, permasalahan ini muncul ketika saat Gus Shofi bersama anaknya WR (2), mengantarkan surat pemberhentian Mohamad Said sebagai kepala sekolah (Kasek) MA Al-Ibrohimi, Kamis (5/8/2021). 

Kemudian, pada saat ngobrol-ngobrol santai, tiba-tiba Gus Atok masuk. Tanpa basa-basi, Gus Athok langsung melayangkan pukulan berkali-kali ke bagian wajah Gus Shofi. Diduga, anak Gus Shofi terkena dampaknya. (ugy/Sugiyono).

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved