Breaking News:

Berita Kota Pasuruan

Terlibat Kasus Skimming ATM di Kota Pasuruan, Dua WNA Asal Bulgaria Dicokok Polisi

Terlibat kasus skimming ATM di Pasuruan, dua WNA asal Bulgaria dicokok polisi, pelaku telah membawa lari uang ratusan juta rupiah.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Diduga terlibat dalam pencurian uang nasabah dengan modus skimming ATM, dua Warga Negara Asing (WNA) asal Bulgaria harus berurusan dengan Satreskrim Polres Pasuruan Kota, Selasa (12/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Diduga terlibat dalam pencurian uang nasabah dengan modus skimming ATM, dua Warga Negara Asing (WNA) asal Bulgaria harus berurusan dengan Satreskrim Polres Pasuruan Kota.

Dari aksinya di Kota Pasuruan, keduanya telah membawa lari uang ratusan juta rupiah.

Mereka adalah Victor Dimitrov (38) dan Plamen Beshirov (41). Keduanya sudah dijebloskan ke sel tahanan Polres Pasuruan Kota.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman mengatakan, sejak November 2020 lalu, kedua tersangka sudah berkeliling wilayah Jawa Timur.

Mereka sudah menyusun rencana untuk menempatkan serangkaian perlengkapan alat skimming di setiap mesin ATM yang dilewati.

"Dua tersangka ini memasang alat skimming di mulut ATM dan micro cam (kamera kecil) di atas tombol PIN. Dengan begitu, tersangka bisa mengetahui identitas kartu ATM nasabah dan PIN ATM pada saat dipencet," katanya, Selasa (12/10/2021).

Disampaikan AKBP Arman, data yang sudah terlihat kemudian dikirim ke server teman tersangka yang ada di negara asalnya. 

Dari situ, data tersebut dikirim kembali dengan analisa nomor kartu dan PIN ATM yang sama, dan dipindahkan ke blank card, sehingga sama persis dengan ATM baru.

Baca juga: Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Jadi Saksi Kasus Korupsi Dana Koperasi Rp 25 Miliar

"Pelaku kebetulan melakukan skimming di salah satu ATM bank negara di Jalan Sultan Agung dan berhasil. Setelah banyak laporan, kami pun langsung melakukan penyelidikan," lanjut dia.

Menurut AKBP Arman, sudah ada 29 orang yang menjadi korban pembobolan ATM via skimming. Dari puluhan orang tersebut, total uang yang dicuri mencapai Rp 493 juta. 

"Tersangka kami amankan di Surabaya. Victor berperan sebagai otak kriminalnya. Sedangkan Plamen sebagai penadah atau penerima hasil kejahatan," paparnya.

Dia menyebut, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua orang pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya 2 unit mobil, 2 buah laptop, 3 handphone, 186 kartu ATM kosong, paspor, dan buku tabungan. 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektrobik (ITE) dan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved