Breaking News:

Berita Madura

Alasan Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal TB Mitra Jaya XIX Baru Bisa Dilakukan Setelah Sembilan Bulan

Alasan evakuasi korban kecelakaan Kapal TB Mitra Jaya XIX dengan KM Tanto Bersinar baru bisa dilakukan setelah sembilan bulan berlalu.

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Hanggara Syahputra
Evakuasi korban tenggelamnya kapal TB Mitra Jaya XIX yang terseret hingga ke perairan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura (14/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanggara Syahputra

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Sebagian korban kecelakaan Kapal TB Mitra Jaya XIX dengan KM Tanto Bersinar di sekitar Karangjamuang antara Gresik-Surabaya, Jawa Timur, baru bisa dievakuasi.

Padahal insiden tersebut terjadi pada Januari 2021 lalu, alias sudah berlalu sekitar sembilan bulan lamanya.

Kasat Polairud Polres Sampang, Iptu Catur Rahardjo mengatakan, terdapat kendala dalam pelaksanaan evakuasi korban yang ada di dalam bangkai Kapal TB Mitra Jaya XIX.

Dia menambahkan, upaya evakuasi empat korban yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) itu terkendala cuaca buruk.

Pada beberapa bulan terakhir, perairan utara Kabupaten Sampang, tepatnya di Kecamatan Ketapang mengalami ombak besar.

Sedangkan kondisi kapal tertanam di dasar laut, sehingga terombang ambing ketika tergempur oleh ombak.

"Kondisi kapal sangat membahayakan bagi Tim SAR yang akan melakukan evakuasi, karena kapal berpotensi roboh atau berubah posisi di setiap saat," ujarnya kepada Tribun Jatim Network, Senin (18/10/2021).

Sedangkan, pada bulan ini, cuaca sudah teduh, sehingga evakuasi korban bisa dilakukan dengan langkah awal, yakni penarikan bangkai Kapal TB Mitra Jaya XIX ke permukaan laut.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Sampang, Mobil Dinas TNI Melaju Melebihi Marka, Nyawa Ibu dan Anak Melayang

"Untuk sisa jenazah ada empat, tapi untuk jumlah jenazah yang berhasil dievakuasi kemarin masih belum diketahui, mengingat jenazah sudah menjadi tulang belulang," terang Iptu Catur Rahardjo.

Sementara, dengan kondisi kapal yang saat ini terapung, agen kapal atau pemilik kapal akan melakukan penarikan bangkai kapal ke Gresik atau Surabaya.

Sehingga evakuasi sisa tulang belulang korban nantinya akan kembali dilakukan.

"Jika nantinya evakuasi berhasil, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim akan menjemput kembali untuk mencocokkan antara tulang yang baru dengan yang sebelumnya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved