Breaking News:

Berita Surabaya

PPKM Surabaya Level 1, Anak-Anak Surabaya Rindu Ngaji di TPQ Lagi

Semua anak di Surabaya merindukan aktivitas mengaji di Taman Pendidikan Alquran (TPQ). Mereka kangen belajar membaca Alquran lagi. Selama pandemi dan

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Januar
TribunJatim.com/Nuraini Faiq
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Semua anak di Surabaya merindukan aktivitas mengaji di Taman Pendidikan Alquran (TPQ). Mereka kangen belajar membaca Alquran lagi.

Selama pandemi dan PPKM kemarin, kegiatan TPQ belum diperbolehkan.

"Saat ini Surabaya sudah berhasil meredam dan menangani pandemi Covid-19 hingga PPKM kita sudah level 1. Tentu pembelajaran TPQ nanti bisa dimulai lagi," keta Ketua Komisi DPRD Khusnul Khotimah, Kamis (21/10/2021).

Permintaan agar lembaga pendidikan TPQ bisa sepenuhnya buka digunakan untuk aktivitas mengaji itu menjadi bahan curhat dan keluhan warga Tambaksari. Politisi perempuan PDIP itu saat ini tengah menggelar reses. Reses anggota DPRD Surabaya digelar hingga 23 September 2021.

Saat reses daring, tidak habya diikuti tokoh masyarakat, tapi  ustad dan ustadzah yang mengajar TPA-TPQ menanyakan kapan anak-anak bisa mengaji lagi.

Para guru ngaji hampir semua resah dengan anak-anak yang selama pandemi jarang mengaji dan lebih banyak bermain gadged.

Khusnul menyebut, Para guru ngaji TPA-TPQ itu membandingkan dengan tempat wisata seperti  KBS yang sudah buka, pusat perbelanjaan yang sudah mulai ramai. 

"Kapan TPA-TPQ ini diperbolehkan dibuka agar anak-anak mendapat pendidikan agama yang baik dan benar. Kami akan koordinasikan dengan Pemkot untuk membuka kembali TPQ;" tandas Khusnul.

Selama tidak ada kegiatan mengaji seperti di TPA-TPQ, lanjut Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya ini, waktunya anak-anak lebih banyak untuk bermain. Jarang ada anak yang mau mengaji sendiri di rumah, atau orang tuanya mengajari anak-anak mengaji karena berbagai hal. Seperti orang tuanya yang sibuk bekerja.

Selain soal TPA-TPQ, masalah lain yang ditanyakan adalah soal Bantuan Sosial Tunai (BST). Menurut pengakuan warga, sejumlah warga di Kecamatan Tambaksari ada yang tidak menerima BST lagi. Padahal sebelumnya mereka mendapat BST.

"Akan kita evaluasi dan rapat bersama sejumlah pihak. Seperti dengan Dinas Pendidikan dan dengan Gugus Tugas COvid-19 terkait rencana dibukanya TPA-TPQ atau dibukanya pembelajaran tatap muka (PTM) seperti keinginan warga. Apalagi saat ini PPKM sudah level 1," papar Khusnul.

Terkait BST, wakil rakyat tiga periode ini mengatakan, pihaknya nanti akan membantu mengecek. Apakah mereka sudah masuk ke data MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) atau belum. 

"Sebelumnya juga ada warga yang mengeluh tidak menerima bantuan dari pemerintah. Ternyata setelah dicek ternyata mereka belm masuk data MBR. Makanya nanti akan kita bantu cek," jelas Khusnul. (Faiq) 

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved