Breaking News:

Berita Entertainment

Detik-detik Meninggalnya Kasino Dikuak Indro Warkop, Beber Kondisi Sang Pelawak di RS: Tragis

Tepat ketika Kasino menemui ajal, Indro Warkop mengaku hari itu adalah jadwal dirinya menjaga sang sahabat di rumah sakit.

Penulis: Elma Gloria Stevani | Editor: Sudarma Adi
Istimewa
Grup Warkop (Kasino, Indro, Dono) 

"Waktu itu gue kejadian 'Gue komunikasi lu cuma ini aja (sambil meragakan jarinya) iya sekali kalau enggak dua kali' gitu dia ngomong, dan itu akhirnya dia jalani," tutur Indro Warkop.

Bagi Indro Warkop, Kasino bisa dianggap sebagai seorang bapak dan kakak, apalagi saat sang sahabat kerap menegur kesalahannya.

"Ya Allah Kasino hebat banget, gue enggak tahu dua orang itu (sambil geleng kepala) mereka bisa marah sama gue, kayak sama anaknya sama adiknya mungkin," ucap Indro Warkop.

Baca juga: Kabar Terkini Anak Tunggal Kasino Warkop yang Nyaris Tak Terekspos, Hanna Jualan Demi Sambung Hidup

Lagu Sukiyaki malah diubah jadi gini, sering lihat memenya kan? Pintar Pintar Bodoh - 1980
Lagu Sukiyaki malah diubah jadi gini, sering lihat memenya kan? Pintar Pintar Bodoh - 1980 (Memecomic ID)
Sejarah Terbentuknya Warkop DKI

Warkop DKI terkenal dengan tiga personelnya, yakni Dono ( Wahjoe Sardono ), Kasino ( Kasino Hadiwibowo ) dan Indro ( Indrodjojo Kusumonegoro ).

Namun mungkin tak banyak yang tahu, bahwa selain ketiganya, ada juga sosok lain di awal mula berdirinya Warkop yakni Nanu Mulyono dan Rudy Badil.

Baca juga: Jarang Tersorot, Intip Kabar Putri Tunggal Kasino Sekarang, Kini Jualan Kue karena Pesan Ayahnya

Kasino Warkop DKI dan keluarganya foto lawas
Kasino Warkop DKI dan keluarganya foto lawas (Instagram/@hkasino)

Berawal dari siaran radio

Dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com. grup lawak Warkop DKI muncul berawal dari tawaran membentu acara siaran di Radio Prambors.

Melansir laman Warkop DKI, pada Agustus 1973 Temmy Lesanpura, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang juga Kepala Program Radio Prambors menemui Kasino, Nanu, dan Rudy di salah satu konsolidasi mahasiswa sebelum Peristiwa Malari.

Temmy menawari tiga mahasiswa UI tersebut untuk menjadi penyiar di salah satu program baru di Prambors.

Ketiganya kemudian setuju. Setelah berdiskusi panjang, akhirnya mereka menamai acara itu "Obrolan Santai di Warung Kopi" yang kemudian lebih dikenal masyarakat dengan nama Warkop.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved