Breaking News:

Berita Jatim

2 Perusahaan Penyedia Debt Collector Berafiliasi dengan 36 Pinjol, Kapolda Jatim: Cuma 1 yang Legal

2 perusahaan penyedia debt collector (DC) yang digerebek polisi berafiliasi dengan 36 pinjol, Kapolda Jatim: Cuma 1 yang legal, lainnya abal-abal.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI
Rendy Hardiansyah, (28) warga Cibungbulang, Bogor, Jabar; Anggi Sulistya Agustina (31) warga Tajurhalang, Bogor, Jabar; dan, Alditya Puji Pratama (27) warga Jombang, Jatim, para DC Pinjol Ilegal yang tagih nasabah pakai ancaman 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ditreskrimsus Polda Jatim akan mengusut 36 aplikator pinjaman online (pinjol) yang memberikan kuasa penagihan debt collector (DC) kepada dua perusahaan, PT DSI dan PT MJI.

Dari 36 aplikator pinjol tersebut, ternyata hanya satu aplikator pinjol yang dinyatakan legal. Sedangkan 35 aplikator lainnya, tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), alias abal-abal atau ilegal.

Dua perusahaan penyedia jasa penagihan DC pinjol tersebut, beberapa waktu lalu digerebek dan dihentikan operasinya oleh Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.

Selain karena kedua perusahaan tersebut tidak terdaftar secara resmi di Kemenkumham RI, dalam menjalankan mekanisme penagihan uang pengembalian pinjaman dari para nasabah atau debitur, kedua perusahaan tidak segan menggunakan cara intimidasi, yang tidak dapat dibenarkan.

Mulai dari mengolok pribadi nasabah dengan penyebutan tidak pantas, dan melanggar etika. Hingga mengancam menyebar foto diri, dan data pribadi milik nasabah.

Tujuannya, mempermalukan nasabah agar terdorong untuk segera melakukan serangkaian pembayaran uang pinjol.

Praktik pengancaman itu, dilakukan para pelaku memanfaatkan fasilitas kemudahan aplikasi WhatsApp (WA) dan SMS seluler.

Oleh karena itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, pihaknya akan mengusut semua aplikator yang terhubung dengan perusahaan PT DSI dan PT MJI, entah itu aplikator yang ilegal maupun legal.

Karena ia merujuk pada ketentuan keabsahan aplikator pinjol dapat beroperasi secara sah setelah memperoleh izin dan tercatat resmi dalam OJK.

Baca juga: 2 Perusahaan DC Pinjol Ilegal Dikendalikan Bos yang Sembunyi di Luar Negeri, Polri: Menyerahlah

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved