Breaking News:

Berita Trenggalek

Ditargetkan 4 Bulan Selesai, Begini Konsep Pembangunan 2 Gedung Senilai Rp 150 M di RSUD Trenggalek

Ditargetkan 4 bulan bisa selesai, begini konsep pembangunan dua gedung senilai Rp 150 M di RSUD dr Soedomo Trenggalek.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
Peletakan batu pertama pembangunan dua gedung baru di RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek, Selasa (26/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin memberi target pembangunan dua gedung baru di RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek selama 4 bulan.

Bangunan yang nilai anggaran totalnya Rp 150 miliar itu berupa gedung untuk ruang isolasi pasien Covid-19 berkapasitas 100 tempat tidur, dan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang salah satunya memiliki ruang operasi bertekanan negatif.

“Berdasarkan kontrak kerja, target selesainya 6 bulan. Tapi saya minta kepada penyedia, setidaknya 4 bulan atau akhir Februari 2022 bisa selesai. Karena kami mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19. Sehingga bangunan segera bisa termanfaatkan,” kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu, saat peletakan batu pertama pembangunan proyek, Selasa (26/10/2021).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek, Ramelan menjelaskan, pihaknya optimistis target yang ditetapkan bupati bisa tercapai. Proyek pembangunan itu dikerjakan oleh PT PP Tbk.

“Kalau melihat cara kerjanya, saya yakin selesai. Seperti membuat jalan, ini hanya butuh waktu dua hari,” ungkap Ramelan.

Apalagi, kata dia, kontraktor tersebut juga telah berpengalaman membangun rumah sakit untuk penanganan Covid-19 maupun umum.

Ramelan mengatakan, sistem pembangunan dua gedung itu berbeda dengan proyek pembangunan gedung yang sebelumnya dilakukan pemkab.

“Pembangunan 2 fasilitas layanan publik itu menggunakan sistem design and build. Design and build sendiri merupakan kontrak konstruksi pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan suatu bangunan. Penyedianya memiliki satu kesatuan tanggung jawab perancangan dan pelaksanaan konstruksi,” kata dia.

Baca juga: Presiden Minta Tarif PCR Rp 300 Ribu, RSUD Trenggalek Masih Kaji Penurunan Tarif

Menurut Ramelan, sistem pembangunan semacam ini baru pertama kali dilaksanakan di Trenggalek.

“Selama ini konstruksi itu direncanakan oleh konsultan perencana, dilaksanakan oleh pelaksana konstruksi, dan diawasi oleh konsultan pengawas. Kalau ini beda karena butuh waktu cepat dan pekerjaan komplek dibenarkan menggunakan design and build,” sambung dia.

Dengan sistem itu, perencanaan dan pembangunan dilakukan oleh satu pihak. Sementara pengawas dan pengendali adalah manajemen konstruksi.

“Ini pekerjaan pertama kali di Kabupaten Trenggalek, dengan APBD -- anggaran DAU -- menggunakan design and build. Pelaksananya oleh PT PP dan manajemen konstruksinya oleh PT Indah Karya. Keduanya BUMN,” tambah Ramelan.

Ramelan menambahkan, proses pembayaran pembangunan gedung juga berbeda dengan biasanya.

Sebelum pembayaran dilakukan, pemkab telebih dulu akan mengaudit hasil pembangunan. Nah, pembayaran akan disesuaikan dengan apa saja yang dikerjakan kontraktor.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved