Breaking News:

Berita Tulungagung

Serangan Tikus di Tulungagung Meluas, Ada Dampak dari Ular Diburu dan Burung Hantu Ditangkap

Serangan hama tikus secara meluas terjadi di persawahan Desa Tanen dan Banjarejo Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.

Penulis: David Yohanes | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/David Yohanes
Banyak bonggol buah jagung yang rusak dimakan tikus di area persawahan Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Selasa (26/10/2021). 

“Serangan tikus tidak mengenal usia. Sejak dari masa tanam, mulai tumbuh tapi yang paling banyak saat akan berbuah,” sambung Gatot.

Serangan tikus dalam skala luas ini terjadi karena predator alami tikus sudah tidak ada.

Baca juga: Balita di Kota Batu Dianiyaya Calon Ayah Tiri, Ibu Korban Enggan Melapor karena Takut Tak Dinikahi

Ular di sawah nyaris punah karena ditangkap para pencari ular untuk diambil  kulitnya.

Satu-satunya harapan saat ini adalah upaya pengembangbiakan burung hantu di alam.

Dinas Pertanian bersama pemerintah desa yang digandeng membeli burung hantu untuk dilepas di area persawahan.

Rumah-rumah burung hantu juga dibuat di area persawahan, untuk memudahkan burung predator nokturnal ini bersarang.

Namun cara ini masih terkendala lambatnya burung ini berkembang biak.

“Paling setahun burung hantu beranak dua kali. Sementara dari sepasang tikus, dalam satu tahun bisa berkembang hingga lebih dari 2000 ekor,” ungkap Gatot.

Salah satu desa yang cukup berhasil mengendalikan hama tikus dengan burung hantu adalah Desa Karanganom, Kecamatan Kauman.

Namun keberadaan burung hantu ini juga kerap menjadi sasaran sniper.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved