Berita Tulungagung
Serangan Tikus di Tulungagung Meluas, Ada Dampak dari Ular Diburu dan Burung Hantu Ditangkap
Serangan hama tikus secara meluas terjadi di persawahan Desa Tanen dan Banjarejo Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.
Penulis: David Yohanes | Editor: Ndaru Wijayanto
Rumah-rumah burung hantu juga dibuat di area persawahan, untuk memudahkan burung predator nokturnal ini bersarang.
Namun cara ini masih terkendala lambatnya burung ini berkembang biak.
“Paling setahun burung hantu beranak dua kali. Sementara dari sepasang tikus, dalam satu tahun bisa berkembang hingga lebih dari 2000 ekor,” ungkap Gatot.
Salah satu desa yang cukup berhasil mengendalikan hama tikus dengan burung hantu adalah Desa Karanganom, Kecamatan Kauman.
Namun keberadaan burung hantu ini juga kerap menjadi sasaran sniper.
Para pemilik senapan angin kerap menembak burung hantu sekedar untuk kesenangan.
Masih menurut Gatot, kesadaran masyarakat masih rendah untuk melindungi predator alami tikus.
Karena itu pihaknya berharap pemerintah desa menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) perlindungan predator tikus, seperti burung hantu.
“Jangan ada yang menangkap burung hantu. Pemilik senapan juga harus diawasi, jangan sampai menembak burung hantu,” tandasnya.