Breaking News:

Berita Kediri

Ketua RT dan RW di Kediri yang Meninggal Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Pemerintah Kota Kediri sejak 2019 telah mendaftarkan para ketua RT dan RW se Kota Kediri dalam program kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Januar
Ketua RT dan RW di Kediri yang Meninggal Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan
TribunJatim.com/ Didik Mashudi
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyerahkan santunan kematian ketua RT yang meninggal saat Pandemi Covid di Hotel Insumo, Selasa (2/11/2021).

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri sejak 2019 telah mendaftarkan para ketua RT dan RW se Kota Kediri dalam program kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Sehingga petugas yang menjadi ujung tombak pemerintah di kelurahan telah mendapatkan jaminan perlindungan kecelakaan kerja dan kematian.

Santunan kematian bagi ketua RT dan RW yang meninggal saat Pandemi Covid 19 secara simbolis telah disampaikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Hotel Insumo, Selasa (2/11/2021). 

Para ketua RT dan RW juga termasuk pekerjaan yang mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah selama dua bulan masing-masing Rp 500.000 per bulan. Sehingga bantuan yang diterima sebesar Rp 1 juta. 

Selama 2021 terdapat 29 kasus RT/RW yang meninggal dan santunan yang telah diberikan dengan total klaim sebesar Rp 1.218.000.000. 

Seluruh santunan kematian telah diterima masing-masing ahli waris sebesar Rp 42 juta. Malahan ada salah satu ketua RT yang juga menjadi guru honorer sehingga tercatat di dua lembaga menerima Rp 84 juta. 

Baca juga: Kapolri Copot 7 Pejabat, Ada Kapolres Nganjuk Baru Jabat 3 Bulan, Siapa Saja Lainnya? Lihat di Sini

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan, Pemkot Kediri telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Dari penjelasan BPJS Ketenagakerjaan jika ketua RT dan RW merupakan pekerja kepada masyarakat dan pemerintah.

"Karena di Kota Kediri mendapatkan honor, kita tambahkan honornya. Sebagai konsekwensinya, RT dan RW membayar premi ke BPJS Ketenagakerjaan," jelasnya.
Sehingga jika ada ketua RT dan RW yang meninggal ada yang menjamin. "Kita memberikan santunan yang jauh lebih besar sebesar Rp 42 juta. Mbayarnya cuma Rp 11.000 per bulan," jelasnya.

Saat ini sedang diajak perangkat kelurahan petugas pembantu pencatatan pernikahan atau modin dalam kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved