Breaking News:

Banjir Bandang di Kota Batu

Korban Terakhir Banjir Bandang di Kota Batu Ditemukan, Pemkot Resmi Hentikan Operasi Pencarian

Korban terakhir banjir bandang di Kota Batu berhasil ditemukan, Pemkot Batu pun resmi menghentikan operasi pencarian.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Wakil Wali Kota Batu selaku Komandan Aktivasi Penanganan Darurat Bencana, Punjul Santoso (memakai baju putih oranye) saat meninjau posko BPBD Kota Batu, Sabtu (6/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu resmi menghentikan operasi pencarian korban banjir bandang di Kota Batu.

Hal itu dilakukan, karena petugas gabungan berhasil menemukan korban terakhir banjir bandang di Kota Batu.

Wakil Wali Kota Batu selaku Komandan Aktivasi Penanganan Darurat Bencana, Punjul Santoso mengatakan, korban terakhir banjir bandang di Kota Batu ditemukan pada pukul 10.00 WIB.

"Alhamdulillah jam 10.00 WIB tadi, satu orang korban, yaitu Tokip (56) berhasil ditemukan tidak jauh dari rumahnya. Dan hari ini juga, tim bersama Basarnas menyatakan bahwa pencarian telah selesai dilakukan dan ditutup," ujarnya kepada awak media, Sabtu (6/11/2021).

Dirinya menjelaskan, setelah operasi pencarian dinyatakan telah selesai, pihaknya akan fokus melaksanakan pembersihan material sisa banjir bandang.

"Kami akan melaksanakan pembersihan material sisa banjir bandang di lokasi terdampak. Karena itu, kita masih butuh alat-alat berat dan truk, serta dibantu personel TNI Polri," jelasnya.

Dirinya juga menerangkan, terdapat kesalahan input data pada jumlah total korban banjir bandang.

"Dari data, total korban berjumlah 15 orang, dengan rincian enam orang meninggal dunia, enam selamat, dan yang tiga korban masih hilang. Ternyata, dari hasil penelusuran tim BPBD Kota Batu, dua korban hilang atas nama Fery dan Arif adalah orang yang sama dengan korban meninggal yang sudah ditemukan atas nama Adi Wibowo. Sedangkan satu korban hilang atas nama Tokip, ditemukan meninggal dunia pada hari ini," terangnya.

Baca juga: 7 Kampung Tematik di Kota Malang Terdampak Banjir Bandang, Rumah hingga Spot Selfie Ikut Hanyut

Dirinya juga mengungkapkan, penyebab kesalahan input data pada jumlah total korban banjir bandang tersebut.

"Saat data diberikan kepada tim, ternyata itu adalah nama panggilan. Sehingga, tiga nama tetapi sebenarnya satu orang," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Punjul mengucapkan terima kasih atas kerja keras tim dan Basarnas Provinsi Jawa Timur.

"Kami sampaikan terima kasih kepada semua tim, yang terlibat dalam penanganan banjir bandang ini. Dan berkat kerja keras semua pihak, korban terakhir banjir bandang akhirnya berhasil ditemukan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved