Breaking News:

Berita Gresik

Tuntut Upah, Puluhan Pekerja Pabrik Sepatu-Sandal Kawal Persidangan di PHI Gresik 

Mereka datang untuk menyaksikan proses persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dalam menuntut hak-hak yang belum diberikan oleh perusahaan

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
PERJUANGAN - Para mantan pekerja PT Newera memadati area Pengadilan Negeri Gresik untuk mengikuti persidangan di PHI, Rabu (10/11/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Puluhan mantan pekerja PT Newera memadati area Pengadilan Negeri Gresik, Rabu (10/11/2021).

Mereka datang untuk menyaksikan proses persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dalam menuntut hak-hak yang belum diberikan oleh perusahaan. 

Kuasa hukum mantan buruh PT Newera yaitu Marsanto mengatakan, pengajuan gugatan ke PHI ini atas perselisihan tentang upah antara perusahaan dengan para buruh. Upah yang dipermasalahkan yaitu hak para pekerja berupa sisa Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2020 dan sisa THR tahun 2021. 

Baca juga: Hanya karena Kesal Soal Buang Air Besar, Ibu di Surabaya Tega Aniaya Balitanya hingga Meninggal

Selain itu, sisa upah mulai Januari 2021 sampai Juli 2021. Upah yang dituntut juga sudah di bawah UMR Kabupaten Gresik yaitu sebesar Rp 3,867 Juta. UMR Kabupaten Gresik tahun 2021 sekitar Rp 4,297 Juta per bulan.

“UMR Kabupaten Gresik tahun 2021 itu sekitar Rp 4,297 Juta per bulan, tapi kesepakatan bersama perusahaan PT Newera hanya mampu membayar Rp 3,867  juta per bulan. Dan itu tidak ditepati oleh perusahaan. Perusahaan hanya mampu membayar Rp 3 Juta per bulan,” kata Marsanto, usai sidang di PHI. 

Untuk menyelesaikan permasalahan upah tersebut, para mantan pekerja PT Newera melakukan gugatan ke PHI Kabupaten Gresik.  “Akhirnya, dari 1.200 mantan pekerja PT Newera secara bertahap mengajukan gugatan ke PHI Kabupaten Gresik. Saat ini baru 99 orang, nanti tahap kedua 400 orang,” imbuhnya. 

Sementara Kuasa Hukum PT Newera Rubberindo yaitu Purwadi mengatakan, kondisi perusahaan memang dalam kondisi pailit dan sampai ada putusan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) pada tahun 2019. 

“Kemudian, pada tahun 2020 pandemi covid-19 belum juga selesai, sehingga perusahaan masih berusaha bangkit dengan tetap mempekerjakan ribuan pekerja. Harapannya, para pekerja tetap bekerja, agar tetap mencukupi hidup sehari-hari. Namun, niat baik dari perusakan dinilai kurang baik oleh para pekerja,” kata Purwadi. 

Lebih lanjut Purwadi menambahkan, perusahaan PT Newera pernah jaya dengan mempekerjakan 12.000 pekerja. Dan pihak pemilik perusahaan menilai bahwa para pekerja adalah keluarga besar PT Newera

“Pemilik perusahaan itu mengatakan kepada saya tentang nasib para pekerja tersebut. Saya tidak tega, mereka sebagai keluarga saya, walaupun keterbatasan upah, tapi masih bisa memberikan upah sedikit. tapi niat baik ini tidak dimengerti. Padahal, perusahaan sudah dinyatakan pailit akibat pandemi covid-19,” katanya. 

Dari permasalahan sengketa tersebut akhirnya dibawa ke PHI Kabupaten Gresik untuk menentukan putusan. “Ini masih sidang dengan agenda replik dari penggugat,” katanya. (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

 
 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved