Breaking News:

Berita Nganjuk

Banyak Perusahaan Berdiri, DPRD Menilai Kabupaten Nganjuk Perlu Miliki Perda tentang CSR

Seiring dengan banyaknya perusahaan yang berdiri, DPRD menilai Kabupaten Nganjuk perlu memiliki Perda tentang CSR.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
kaltim.tribunnews.com via Tribun Jabar
Ilustrasi CSR. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kabupaten Nganjuk dinilai perlu memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan.

Hal itu karena di Kabupaten Nganjuk sekarang ini, semakin banyak investasi yang masuk yang mendirikan perusahaan dan pabrik.

Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Nganjuk, R Bambang Agus Hendro Wibowo menjelaskan, pihaknya melihat sekarang ini, CSR dari perusahaan yang ada di Kabupaten Nganjuk belum jelas realisasinya.

Padahal, sesuai Undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang di dalamnya disebutkan kalau CSR sebagai kewajiban dari perusahaan.

"Melihat hal itu rasanya Kabupaten Nganjuk sudah saatnya untuk memiliki Perda tentang CSR tersebut seiring dengan semakin banyaknya perusahaan dan pabrik yang berdiri hingga kini," kata Wibowo, panggilan R Bambang Agus Hendro Wibowo yang juga politisi Partai Gerindra Nganjuk tersebut, Rabu (10/11/2021).

Dijelaskan Wibowo, melalui Perda, nantinya CSR dari perusahaan-perusahaan bisa diatur implementasinya di lapangan. Terutama penerapan di lingkungan dari perusahaan atau pabrik bersangkutan.

Dengan demikian, pemanfaatan CSR bisa betul-betul untuk masyarakat lingkungan sekitar perusahaan atau untuk membantu kepentingan sosial pemerintah daerah.

Baca juga: Gelar Bakti Sosial, DPPKB Beri Pelayanan MOP dan MOW Gratis untuk Peserta KB di Nganjuk

"Tidak seperti sekarang ini, di mana kami menduga CSR direalisasikan perusahaan tidak sesuai dengan peruntukan sebenarnya sesuai UU. Dan bahkan belum diketahui apakah semua perusahaan di Nganjuk telah mengeluarkan CSR atau belum yang menjadi kewajibanya," ucap Wibowo.

Oleh karena itu, dikatakan Wibowo, apabila Kabupaten Nganjuk telah memiliki Perda tentang CSR, maka bisa diketahui dan ditentukan peruntukan dari dana CSR itu untuk apa saja. Dengan demikian pemanfaatan dana CSR bisa dilihat perwujudannya untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya di lingkungan perusahaan.

"Karena pada intinya, dana CSR dari perusahaan tersebut digunakan untuk memberikan nilai pada masyarakat, berpartisipasi dalam kesadaran lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan serta produktivitas karyawan yang bekerja di perusahaan," tandas Wibowo.

Yang jelas, tambah Wibowo, pihaknya akan mencoba mengusulkan pembentukan Perda tentang CSR di Kabupaten Nganjuk untuk kesejahteraan masyarakat. Karena bagaimanapun, semakin banyaknya perusahaan yang berdiri di Kabupaten Nganjuk, maka nilai dana CSR yang bisa diimplementasikan untuk kepentingan sosial di Kabupaten Nganjuk akan semakin besar setiap tahunnya.

"Potensi yang besar dari dana CSR tersebut harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya demi rakyat dengan semakin banyaknya perusahaan dan pabrik yang didirikan di Nganjuk," tutur Wibowo.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved