Berita Surabaya
Jalan Tunjungan Surabaya Bakal Disulap Seperti Malioboro di Jogjakarta, Ini Perbedaannya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan menyulap Jalan Tunjungan menjadi wisata heritage di Kota Pahlawan. Ia berujar, kawasan ini nantinya akan ramai sep
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan menyulap Jalan Tunjungan menjadi wisata heritage di Kota Pahlawan. Ia berujar, kawasan ini nantinya akan ramai seperti halnya Jalan Malioboro di Jogjakarta.
Hal ini disampaikan Cak Eri menanggapi adanya protes dari pemilik tenant di Jalan Tunjungan, Surabaya.
Para pemilik tenant menyayangkan kebijakan larangan parkir di Jalan Tunjungan pada pukul 16.00 hingga pukul 23.00 WIB.
Akibat dari larangan ini, para pengunjung tenant harus berjalan jauh. Sebab, mereka diarahkan memarkir kendaraan di kantong parkir yang disediakan di sekitar Jalan Tunjungan.
Menurut Cak Eri, pemilik tenant mis-komunikasi. "Itu hanya karena kurang komunikasi," kata Cak Eri
Cak Eri menjelaskan, bahwa ujicoba larangan parkir yang diberlakukan sejak 1 November lalu ini menjadi langkah persiapan Pemkot jelang menghidupkan kembali Jalan Tunjungan.
Lahan parkir yang ada di bahu jalan nantinya akan digunakan untuk pelaku UMKM memasarkan produknya. Pengunjung akan berjalan di trotoar.
Konsep wisatanya ini seperti halnya di Jalan Malioboro, Jogjakarta. "Aku tanya nih, kalau samean jalan-jalan di Malioboro, ada nggak, parkir di depannya? Nggak ada kan?," kata Cak Eri kepada jurnalis.
"(Dengan parkir terpusat) Pengunjung akan berjalan melewati tenant satu dan tenant lainnya. Ini yang harus di sampaikan," katanya.
Konsep tersebut kini tengah dimatangkan. Pengusaha diminta untuk bersabar.
"Memang, kalau tidak ada event, pasti sepi. Tapi ini kan setiap hari seperti Malioboro," kata Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.
Cak Eri menambahkan, sekalipun demikian akan tetap ada perbedaan antara Jalan Tunjungan dan Malioboro.
Jalan Tunjungan disebut lebih lengkap karena akan dipadu dengan wisata heritage, tak sekadar wisata belanja saja.
Pengunjung akan bisa memanfaatkan sejumlah spot untuk belajar sekaligus foto. "Bedanya, ada heritage sehingga suasana berbeda," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/petugas-sedang-mengecat-lampu-kuno-di-sekitar-jalan-tunjungan-surabaya.jpg)