Breaking News:

Berita Banyuwangi

2 Daerah di Banyuwangi Jadi Model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Ini Harapan Menteri Bintang

Dua desa di Kabupaten Banyuwangi dicanangkan sebagai model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

Penulis: Haorrahman | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/haorrahman
Menteri Bintang dalam pencanangan di Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Banyuwangi 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Dua desa di Kabupaten Banyuwangi dicanangkan sebagai model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

Dalam pencanangan tersebut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga.

“Besar harapan dengan dicanangkannya Desa Kapundungan dan Desa Watukebo ini dapat direplika desa lain di Banyuwangi. Kalau ini sudah berhasil dan direplikasi lain, kami sangat mengapresiasianya,” ungkap Menteri Bintang dalam pencanangan di Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jumat sore (12/11/2021).

Menteri Bintang melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi selama dua hari, Jumat – Sabtu (12-13/11/2021) bersama Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPR RI menggelar agenda dialog salah satunya dengan kelompok nelayan dan istri nelayan, serta kelompok perempuan lainnya.

Menteri Bintang menekankan perempuan di desa khususnya, perlu didorong dan didukung melakukan perubahan dan perbaikan di dalam keluarga maupun di tengah masyarakat, salah satunya melalui Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

“DRPPA memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi inovasi baru dalam pembangunan nasional yang inklusif serta ramah perempuan dan anak. Seperti yang kita ketahui, desa menjadi ujung tombak dari pembangunan nasional. DRPPA juga berperan penting dalam mengentaskan berbagai permasalahan perempuan dan anak dari hulu hingga ke hilir,” tutur Menteri Bintang.

Sejalan dengan langkah ini, lanjut Bintang, Kementrian PPPA juga melakukan peningkatan kapasitas perempuan, seperti pelatihan kepemimpinan perempuan termasuk pendampingan secara berkelanjutan, yang fokus pada perempuan perdesaan bekerjasama dengan lembaga masyarakat.

“Dibutuhkan komitmen seluruh perangkat yang ada di desa agar perempuan dan anak perlu terlibat. Dukungan dan bantuan stake holder dan perangkat desa dibutuhkan untuk mengawal implementasi program dan memastikan semua strateginya berjalan seperti yang diharapkan," ujar Menteri Bintang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved